Siapa Dia

Bripka Sugeng Keluar Masuk Gang untuk Bagikan Buku Mewarnai

Bripka Sugeng saat membagikan buku mewarnai dan menghibur anak-anak di daerah Bubutan, Kota Surabaya, Kamis (14/5/2020). (Manik Priyo Prabowo)

Surabaya (beritajatim.com) – Berjalan kaki dari gang ke gang kawasan Bubutan, Surabaya, Kamis (14/5/2020) Bhabinkamtibmas Polsek Bubutan menelusuri warganya. Ia adalah Bripka Sugeng. Dia berkeliling mensosialisasikan bahayanya virus corona.

Warga yang jenuh pun ia hibur dengan segala cara. Bahkan anak-anak yang terdampak Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) hingga jilid 2 ini juga tak luput dari perhatiannya.

Mengumpulkan uang sedikit demi-sedikit dan bersama rekannya, Bripka Sugeng membeli buku cerita dan buku mewarnai.

“Saya dengar orangtua anak-anak itu mengeluh, anaknya sudah bosan bermain ponsel pintarnya. Anak-anak yang bosan ini pun akhirnya keluar rumah dan bermain bergerombol. Itu membahayakan, maka kita edukasi jangan bergerombol banyak anak. Akhirnya saya menemukan cara ini dan syukur bisa diterima anak-anak,” katanya.

Menggunakan cerita legenda zaman duhulu dan cerita rakyat, Bripka Sugeng meluluhkan hati anak yang rata-rata duduk di Sekolah Dasar (SD). Ia bahkan membacakan dongeng layaknya seorang pendongeng profesional. Logat, suara dan kekuatan suara menjadi ciri khas khusus yang ia sampaikan berbeda sesuai karakternya. Bahkan tanpa canggung, ayah satu anak ini juga memeragakan gerakan tangannya untuk memancing perhatian anak-anak.

“Awalnya saya tak tahu bagaimana berdongeng. Saya cari channel perihal dongeng dan belajarlah saya dari situ. Ya syukur kalau anak-anak bisa terhibur, karena wilayah tugas saya ini cukup besar dan banyak anak kecil,” ujarnya sembari membuka tutup buku cerita.

Meski tak bisa memenuhi semua permjntaan anak-anak di wilayah kerjanya, Bripka Sugeng tetap memberikan pengertian bahwa nanti akan dibagikan merata dan bahkan ia berjanji akan berdongeng dengan seru. Usai berdongeng, petugas kepolisian yang bertugas di kampung ini mengambil buku gambar. Dengan cerman dan teliti, ia memberikan contoh ke anak-anak untuk mewarnai. Bahkan sesekali ia berucap akan memberikan hadiah jika mewarnai buku selesai.

“Awalnya saya bingung mau mencuri perhatian anak-anak ini bagaimana. Eh ternyata seiring berjalannya waktu, anak-anak dengan didampingi orangtua pun mau. Tak hanya berbaur untuk mendengarkan dongeng, mewarnai juga menjadi ramai dan suasanya riang sekali. Syukur sudah bisa berjalan dan saya harap hal ini bisa saya lakukan kelak meski virus corona sudah berlalu,” harapnya.

Lusina Nafisa Daeng Lalandro anak penerima buku pun mengaku senang. Selain dapat buku cerita, kesukaannya buku mewarnai juga ia dapatkan. Bahkan banyak pilihan lain seperti buku cerita gambar juga diberikan pak polisi ini. Kesenangan itu tampak tersirat dari antusiasme ia mendengarkan dongeng dan mewarnai buku yang ia terima. Walhasil libur yang menjenuhkan pun sirna.

“Senang dan terima kasih, pak polisi,” cetusnya singkat. [man/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar