Siapa Dia

Bonita Cantik Ini Hargai Keputusan Persebaya Tolak Kompetisi

Illiyah Mufattakhah atau biasa disapa Lily.

Surabaya (beritajatim.com) – PT LIB resmi memutuskan Liga 1 akan dimulai 1 Oktober mendatang. Satu hal yang mengejutkan, kompetisi akan berlangsung di Jawa. Bahkan tim luar pulau, juga akan bermarkas di Jawa.

Kompetisi dengan Protokol kesehatan ketat. Selama kompetisi, klub wajib memperbarui rapid test. H-1 pertandingan, PT Liga melakukan rapid test dan PCR.

Menariknya, Persebaya salah satu klub yang sempat menolak Liga dilanjut dengan beberapa pemikiran dan pertimbangan. Hal ini tentu menjadi sorotan bagi berbagai pihak bahkan suporter pun menyorot akan hal ini.

Salah satunya bonita cantik asal Rungkut Illiyah Mufattakhah. Menurutnya, keputusan manajemen tim Bajul Ijo untuk tidak ingin melanjutkan kompetisi di tengah pandemi cukup benar, karena dampak yang didapat dengan memaksakan kompetisi di tengan pandemi tidak baik hasinya.

Bukan hanya faktor kesehatan, Covid 19 di Indonesia masih sangat tinggi dan di negara ini masih berpotensi menjadi sepicemtrum penyebaran. Maka, suporter harus saling mengingatkan sebelum liga di gelar dengan penonton harusnya perlu dikaji ulang.

“Menurut saya liga tidak dilanjut akan menjadi opsi yang terbaik dari pilihan yang ada. Namun jika liga dilanjut maka akan lebih sangat memungkinkan jika digelar secara empty arena (tanpa penonton). Kita harus menertibkan masyarakat sebelum memutuskan bahwa liga digelar dengan penonton, termasuk dengan protokol kesehatan ketat,” ungkap wanita yang kerap di sapa Lily, Senin (20/7/2020).

Lily memberi contoh di negara Eropa, yang pertama kali menggulirkan kompetisi. Meski negara mereka tergolong sebagai epicentrum besar penyebaran covid, suporternya cenderung tertib dan pemerintahnya mampu bergerak bersama.

“Dalam artian kesadaran masyarakatnya tinggi. Berbeda dengan Indonesia yang hingga ini masih ada yang tidak mengerti seperti itu,” katanya.

Dan jika kompetisi ini tetap di gelar di Indonesia, seharusnya dilakukan home turnamen dan tanpa penonton. “Karena hiburan untuk pecinta bola masih tetap ada namun dilakukan di rumah masing-masing. Tapi menurut saya akan lebih bermanfaat jika liga dihentikan karena juga masih baru mulai. Apalagi, kompetisi yang berjalan ngebut demi mencapai target dan kecocokan dengan AFC, lebih banyak hasil negatifnya,” imbuh Lily. [way/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar