Siapa Dia

Berkuda, Cara Cak Hud Jaga Kebugaran dan Kuatkan Imun di Tengah Pandemi Covid-19

Sidoarjo (beritajatim.com) – Menjaga kebugaran bisa dengan olahraga apa saja yang penting beraktivitas dan keluar keringat. Meski hanya 10 menit – 20 menit jika dilakukan setiap hari membuat stamina dan imun tubuh lebih kuat dan meningkat.

Apalagi di tengah pandemi Covid-19 menjaga imun menjadi hal penting dan harus dilakukan, seperti yang dilakukan Kabiro Kessos Setdaprov Jatim Hudiyono. Meski sibuk dan melayani masyarakat bersama Gubernur Jawa timur Hj. Khofifah Indar Parawansa, jaga kesehatan dengan patuh protokol kesehatan, tetap dilakukan.

Ada dua olahraga yang digemari oleh mantan Penjabat Bupati Sidoarjo itu. Yakni tenis meja kemudian yang kedua adalah olahraga berkuda.

Disela-sela kesibukannya sebagai pejabat Pemprov Jatim, pria yang akrap disapa oleh Cak Hud itu masih menyempatkan waktu untuk melakukan olahraga berkuda di lapangan kuda Yussar Stable, Desa Kalidawir Kecamatan Tanggulangin.

Cak Hud dengan santai menaiki kuda Poni warna putih. Kuda dengan postur tinggi ini diajak Cak Hud keliling lapangan. Sesekali kuda lari agak kencang karena tali pacu ditarik agak kuat oleh Cak Hud.

Dengan mengenakan atribut lengkap khas baju atlet berkuda, mulai dari, sepatu booth, rompi dan helm untuk melindungi kepala. Standar safety (standar keselamatan) dalam olahraga berkuda wajib dilakukan di Yussar Stable.

“Ada dua olahraga yang saya gemari, selain olahraga tenis meja, juga olahraga berkuda. Olahraga berkuda ini cocok bagi siapa saja, mulai dari anak-anak sampai dewasa. Seperti saya yang usianya lebih dari 50 tahun masih senang memacu adrenalin dengan naik kuda keliling lapangan,” terangnya.

Menurut Cak Hud, berkuda selain menjaga kebugaran juga menaikkan imun agar tidak mudah terserang penyakit, “Apalagi ini musim pandemi harus dijaga kesehatannya dengan olahraga,” imbuh Cak Hud.

Pejabat asli Desa Kalitengah Kec. Tanggulangin itu menjelaskan, berkuda itu merupakan sejarah transportasi di Indonesia sebelum ada kendaraan dan bagian dari sunnah rasul. Dulu kuda itu banyak milik rakyat, sekarang menjadi peliharaan dan untuk latihan lomba.

“Berkuda itu cara membangun komunikasi antara alam, kuda serta penunggangnya. Kuda kalau dinaiki atau didekat orang yang tidak dikenal, kadang juga berontak. Tapi kalau sudah kenal, kuda akan turuti perintah penunggangnya,” urainya.

Seperti diketahui, rata-rata mereka yang datang ke Yussar Stable membawa anaknya untuk didaftarkan sekolah berkuda. Ada yang membayar bulanan, ada yang ingin coba-coba dulu.

Bagi pemula jangan khawatir karena langsung dalam pengawasan pemiliknya, Zahlul Yussar. Pemuda belum genap usia 30 tahun ini merupakan atlet kuda lompat yang tergabung dalam Pordasi Jatim.

Yussar Stable termasuk salah satu Destinasi Wisata dan satu-satunya wisata berkuda di Jatim, dan pernah diresmikan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Sekolah berkuda Yussar Stable menyediakan 22 kuda untuk umum. Tempat ini tiap hari ramai pengunjung terutama hari libur Sabtu dan Minggu. Mulai pagi hari sampai sore banyak warga yang datang. Siang hari kuda di istirahatkan. Baru dilanjutkan setelah jam 15.00 sore WIB.

Sementara disela-sela istirahat dari berkuda, Cak Hud juga menyempatkan diri untuk berfoto. Para pengunjung yang masih ingat dengan Cak Hud, beramai-ramai ingin berfoto. “Ayo foto sama Pak Pj Bupati Sidoarjo,” celetuk peserta gowes dari Japanan Pasuruan itu. (isa/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar