Siapa Dia

Beberapa Kali Bongkar Oknun Polisi Tergiur Bandar Narkoba

Begini Sepak Terjang Satnarkoba Polrestabes Surabaya

AKBP Memo Ardian, Kasat Narkoba Polrestabes Surabaya.(Manik Priyo Prabowo)

Surabaya (beritajatim.com) – Perjuangan melawan para gembong narkoba di Kota Surabaya memang berat. Terbukti dari kalangan Polsek hingga Polrestabes Surabaya pun kadang harus berhadapan dengan oknum Polisi yang tergiur bujuk rayu bandar yang kebanjiran uang ini.

Bahkan kali ini sepak terjang Satnarkoba Polrestabes Surabaya memberantas narkoba di Kota Surabaya sepertinya butuh tenaga ekstra. Hari Jumat (30/4/2021) Paminal Mabes Polri mengamankan sejumlah oknun nakal yang berhasil dibujuk bandar narkoba.

Tercatat ada 4 kasus oknum terbongkar menjadi budak narkoba. Baik itu pemakai, pengedar, atau bahkan menikmati hasil peredaran narkoba. Nampaknya kasus tersebut menggambarkan bahwa memberantas peredaran narkoba berat karena seakan sudah mendarah dan mengancam internal tubuh Polri.

Hampir setahun lalu, Juni 2020, 2 oknum Anggota Polsek Mulyorejo yang melepas bandar sabu dengan tebusan Rp 75 juta. Diduga dua oknum polisi Polsek Muyorejo Surabaya melepaskan bandar sabu ini. Yang lebih parahnya lagi, barang bukti sabu 1 gram juga diduga dipakai kedua oknum ini di sebuah apartemen di kawasan Mapolsek Mulyorejo.

Keduanya digelandang di Mapolrestabes Surabaya dan ditangani oleh Sat Narkoba yang dipimpin oleh AKBP Memo Ardian. Kasat Narkoba pun membenarkan adanya dugaan perilaku menyimpang dari oknum kesatuan Kepolisian Republik Indonesia ini.

“Benar kita masih dalami dan selidiki. Nanti kita gelar perkarakan bersama jurnalis terkait dua oknum ini,” jelasnya, Senin (16/6/2020) lalu.

Dua oknum Polsek Mulyorejo tersebut diduga berinisial F dan A serta seorang pelaku lain warga biasa. Mereka diamankan Unit II Sat Resnarkoba Polrestabes Surabaya. Penangkapan diduga karena kedua oknum dan warga biasa ini memakai sabu.

Bukti kedua beratnya memberantas narkoba terlihat dari adanya 2 oknum Polisi pengedar narkoba ditembak karena melawan saat ditangkap.

Dua oknum polisi berinisial R (34) dan A (36) ditangkap karena terlibat kasus peredaran narkoba di wilayah Jatim. Selain dua oknum polisi, anggota Polrestabes Surabaya juga menangkap empat pelaku lainnya berinisial MF (28), F (21), dan pasangan suami istri MZ (18) dan L (27).

Kasat Resnarkoba Polrestabes Surabaya, AKBP Memo Ardian mengatakan, para tersangka ditangkap di lokasi berbeda. Awalnya, polisi menangkap tiga tersangka, yaitu MF, F, dan MZ di Jalan Demak, Surabaya, Selasa (21/7/2020) dini hari.

“Kami saat itu belum menemukan barang bukti narkotika. Namun saat memeriksa handpone, kami temukan pesan berupa kiriman paket sabu seberat 14 kilogram dan 500 butir pil ekstasi melalui ojek online ke sebuah rumah kos kawasan Tambak Segaran Surabaya,” kata Memo, Jumat (7/8/2020).

Sedangkan sepak terjang Satnarkoba Polrestabes Surabaya ketiga dalam catatan beritajatim.com adalah adanya 3 oknum polisi diamankan Paminal Mabes Polri karena terima setoran bandar narkoba. Pengakuan bandar narkoba, mereka menyetor sejumlah uang kepada oknum polisi.

Bandar narkoba itu adalah Ali Usman (30), warga Jalan Sidotopo Jaya, Surabaya. Ali biasa memasuk narkoba di kawasan gang wayang di Semampir seperti Jalan Bolodewo dan Jalan Kunti.

Ali memberikan uang ke oknum polisi untuk melanggengkan bisnis narkobanya. Ia selalu memberikan sejumlah uang kepada oknum polisi dengan istilah ‘japrem’ sebesar Rp 500 ribu-Rp 1 juta setiap amplop.

“iya, (memberi amplop) japrem (jatah preman). Rp 1 juta, Rp 500 ribu,” kata Ali di hadapan media saat rilis di Polrestabes Surabaya, Selasa (9/3/2021).

Sementara keempat dikabarkan dua orang yakni perwira satu dan dua salah satu Unit Satnarkoba Polrestabes Surabaya juga diamankan Paminal Mabes Polri. Merekan diamankan di salah satu hotel di Surabaya. Menurut informasi mereka diamankan lantaran pesta sabu-sabu.

Hingga berita ini dikeluarkan belum ada data terkait informasi kedua perwira tersebut. Namun menurut Kasat Narkoba Polrestabes Surabaya, AKBP Memo Ardian, dirinya kecolongan meski gencar menumpas pelaku narkoba.

“Saya kecolongan ada bawahan yang tertangkap karena penyalahgunaan narkoba. Mereka diamankan dan sekarang dalam pemeriksaan,” jelasnya kepada beritajatim.com. [man/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar