Iklan Banner Sukun
Siapa Dia

Baru Sepekan Menjabat, Inilah Profil Ketua PA Lamongan yang Baru

Drs H Abdurahman SH MH, Ketua Pengadilan Agama (PA) Kelas IA Lamongan saat berada di ruang kerjanya.

Lamongan (beritajatim.com) – Drs H Abdurahman SH MH resmi menjadi Ketua Pengadilan Agama (PA) Kelas IA Lamongan pada tanggal 27 Juli 2021 lalu. Ia dilantik menggantikan Ketua PA lama Kabupaten Lamongan, Drs Sriyatin yang saat ini menjadi hakim tinggi Pengadilan Tinggi Agama Palangkaraya. Lalu siapakah sosok Abdurahman ini?

Pria kelahiran Cirebon, 16 Juni 1966 tersebut mengawali karirnya dan bergabung di PA sejak tahun 1993. Mulanya Abdurahman mengikuti seleksi calon hakim di angkatan kedua, saat masuk dirinya menjalani pendidikan sebagai calon hakim selama 1 tahun di Jakarta lalu penugasan pertama pada akhir tahun 1993 di PA kelas II Kabupaten Ende Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Kemudian saya menjadi Wakil Ketua Pengadilan Agama di NTT sana pada tahun 1999, lalu jadi Ketua PA Larantuka pada tahun 2002, baik PA Ende maupun PA Larantuka itu keduanya merupakan pengadilan kelas II di NTT,” ujar Abdurahman kepada beritajatim.com, Minggu (8/8/2021).

Selanjutnya, pada tahun 2004, Abdurahman pindah tugas sebagai hakim di PA Kabupaten Kediri kelas IA pada 2012, lalu pindah sebagai hakim di PA Tuban. Pada 2016, ia pindah tugas di PA Surabaya, kemudian tahun 2019, dirinya menjabat sebagai Wakil Ketua PA Ponorogo kelas IB, dan pada 1 tahun berikutnya di tempat yang sama ia menjabat sebagai Ketua PA.

“Dan pada tahun 2020, saya ditugaskan di PA Kabupaten Kediri kelas IA sebagai Wakil Ketua sekitar kurang lebih 1 tahun. Terakhir pada 27 Juli 2021 lalu, akhirnya saya ditugaskan di PA Kapupaten Lamongan ini,” sambungnya.

Setelah resmi dilantik menjadi Ketua baru Pengadilan Agama Kelas IA Kabupaten Lamongan, Abdurahman bersama jajarannya langsung tancap gas dengan mengunjungi Bupati Lamongan Yuhronur Efendi (YES), untuk berkenalan sekaligus mempererat tali silaturahmi. Oleh Bupati YES, kedatangan Abdurahman di ruang kerja Pemkab Lamongan pada Selasa (3/8/2021) disambut baik.

“Kami berterima kasih kepada Pak Bupati Lamongan atas sambutan baiknya, saya bersama rekan-rekan dari Pengadilan Agama diterima dengan sangat baik. Waktu itu, kami juga mohon dukungan serta petunjuk dari Pak Bupati, agar kami ke depan bisa saling bersinergi untuk melakukan yang terbaik bagi Lamongan,” tutur Abdurahman.

Ketua PA Lamongan, Abdurahman bersama jajarannya saat bersilaturahim ke Bupati Lamongan Yuhronur Efendi (YES).

Pesan dan Didikan dari Orang Tua

Lebih lanjut Abdurahman juga menyampaikan, bahwa profesinya menjadi seorang hakim ini bukanlah karena keturunan. “Saat proses seleksi dan rekrutmen waktu itu murni berdasarkan kompetensi dan prestasi. Artinya, tidak selalu seorang hakim itu berasal dari keluarga hakim. Bahkan untuk bisa menjadi pimpinan di PA itu juga harus melalui fit and proper test,” tandasnya.

Ketua PA yang merupakan anak terakhir dari 5 bersaudara tersebut mengaku, bahwa ia lahir dan dibesarkan dari keluarga pendidik, ayahnya merupakan seorang pengasuh di lingkungan Pesantren Raudlatut Tholibin yang berada di Desa Babakan Kecamatan Ciwaringin Kabupaten Cirebon Jawa Barat.

“Orang tua saya merupakan pengasuh pesantren. Kalo terkait pekerjaan, orang tua saya juga seorang petani. Sedari kecil, orang tua selalu menanamkan disiplin kepada anak-anaknya, dan yang paling ditekankan utamanya dalam hal mengaji dan salat berjamaah. Beliau selalu berpesan jangan sampai meninggalkan salat jamaah,” terangnya.

Pesan dari orang tuanya tersebut hingga hari ini masih dipegang kuat oleh Abdurahman, saat ada PPKM yang diberlakukan di sejumlah masjid karena adanya pandemi Covid-19, Abdurahman mengaku masih melaksanakan pesan dari orang tuanya untuk selalu salat berjamaah, meskipun hanya dengan keluarganya sendiri.

Terkait latar belakang pedidikannya, Abdurahman mengatakan jika dulunya ia menempuh kuliah di IAIN Ponorogo sembari menimba ilmu di Pondok Pesantren Gontor, seperti halnya ayahnya yang juga Alumni dari pondok tersebut. “Saya kuliah di IAIN Ponorogo, juga aktif di beberapa organisasi. Waktu itu, saya kuliah dua kali, pagi kuliah syariah, dan sorenya kuliah hukum, lalu malam harinya juga mengajar di pesantren,” paparnya.

Diketahui, Abdurahman masuk kuliah di IAIN Ponorogo pada tahun 1985 di fakultas Syariah, dan lulus tahun 1990. Sementara di fakultas hukum, ia masuk pada tahun 1986 dan lulus pada tahun 1991. Meski dengan padatnya aktifitas yang ia lakoni, Abdurahman masih menyempatlan diri untuk mengajar.

Ketua PA Lamongan, Abdurahman bersama jajarannya saat bersilaturahim ke Bupati Lamongan Yuhronur Efendi (YES).

Kesan Selama Menjadi Hakim dan Menjabat di Beberapa PA

Lebih jauh, dalam keterangannya Abdurahman juga menceritakan, bahwa selama dirinya menjadi hakim dan menjabat di berbagai PA, pria yang memiliki 7 anak tersebut menuturkan, banyak hal yang begitu berkesan dari pengalamannya selama menjadi hakim di PA, hal itu yang membuat dirinya memiliki keinginan untuk bisa terus memberikan kemanfaatan kepada masyarakat.

“Banyak hal yang berkesan, saat kami bisa memediasi kemudian sengketa atau perkara itu berakhir dengan perdamaian, mulai dari masalah gugat cerai dan lain-lain. Kami sebagai mediator dan hakim yang seringkali harus mendamaikan beberapa pihak kemudian berhasil, itulah yang sangat memuaskan dan menjadi kepuasan batin bagi saya. Bahkan apabila keputusan itu dipatuhi dengan sukarela, kami juga turut senang,” akunya.

Dengan dirinya yang saat ini menjabat sebagai Ketua di PA Lamongan, Abdurahman berharap, ke depan PA Lamongan bisa terus memberikan yang terbaik. Tentunya dengan kategorisasi penilaian dan penjaminan mutu. “Penilaian dan penjaminan mutu itu harus dijaga terus dan tiap tahunnya dievaluasi. Kami terus berupaya untuk meningkatkan pelayanan, kapasitas dan akuntabilitas kinerja,” harapnya.

Tak hanya itu, Abdurahman juga membeberkan, bahwa pihaknya telah bertekad untuk menjaga komitmen melaksanakan Zona Integrasi menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) di Pengadilan Agama kelas IA Lamongan.

“Alhamdulillah PA Lamongan sudah berpredikat WBK. Kami ingin meningkatkan predikat ini menjadi WBBM. Bagi kami, ini harga mati. Karena kalau hanya menyandang zona integritas WBK saja, itu sudah semestinya dan bukan istimewa lagi bagi kami, karena PA digawangi oleh orang-orang Islam. Islam mengajarkan kita tidak hanya sekadar halal tapi juga thoyib atau baik. Maka perlunya kami juga menyandang predikat WBBM tersebut,” paparnya.

Terakhir, Abdurahman menjelaskan, bahwa PA memiliki tugas dan wewenang berbasis pelayanan, jadi semua yang ada di PA ini dituntut untuk harus memberikan pelayanan prima dan terbaik untuk kemanfaatan bagi semua. “Itu sudah menjadi kewajiban bagi kami, khoirun naas anfaauhum lin naas. Oleh karena itu kami ingin mengembangkan dan meraih prestasi melalui terobosan-terobosan dan inovasi-inovasi aplikasi pelayanan,” pungkasnya. [riq/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Monstera Cafe, Tempat Kopi Hits di Puncak Kota Batu

APVI Tanggapi Soal Kenaikan Cukai Rokok Elektrik

Anoa Dataran Rendah Koleksi KBS Mati