Siapa Dia

Bapak 3 Anak Ini Geluti Usaha Pembuatan Keripik Sari Kedelai

Kediri (beritajatim.com) – Jangki Dausat adalah warga Desa Kraton, Kecamatan Mojo Kabupaten Kediri. Akibat pandemi, usahanya berjualan makanan frozen food mengalami kesulitan pengiriman keluar daerah. Apalagi ada kebijakan PSBB di sejumlah daerah. Bahkan Jangki terpaksa menutup usaha.

Kendati demikian, Jangki tidak patah semangat untuk terus berusaha, hingga muncul ide membuat makanan ringan kripik sari kedelai. Dengan dibantu istrinya, Jangki mencoba merintis usaha baru, yang kini produknya diminati banyak kalangan masyarakat di Kabupaten Kediri, hingga menjadi ikon baru kuliner di Kabupaten Kediri.

Bahkan, usahanya tersebut dapat membuka lapangan kerja baru bagi ibu rumah tangga disekitar rumahnya.

“Kira – kira mulai bulan Agustus 2020 lalu kita memulainya,saat itu istrinya menawarkan kripik itu kepada saya, dan menurut saya rasanya enak dan gurih, sehingga melihat ini, saya rasa bisa menjadi peluang yang bagus untuk dikembangkan,” ungkapnya.

Kemudian Jangki mengajukan izin ke Pemkab Kediri untuk membuatkan hak paten mengenai Kripik Sari Kedelai. “Dari pihak Dinas Koperasi bilang ini bagus sisi packingnya juga menarik. Akhirnya saya ditawari untuk ikuti pameran oleh Dinas dan alhamdulilah diminati banyak orang karena penasaran apa itu Kripik Sari Kedelai,” imbuh bapak tiga anak ini.

Untuk penjualan produk Kripik Sari Kedelai milik Jangki ini saat ini telah dikirim ke Surabaya. Namun untuk sementara penjualan terbanyak masih dominan sekitar area Kediri. Sedangkan untuk harga satuannya Jangki Dausat mematok harga 8 – 9 ribu untuk satu kemasan dengan berat 100 gram.

“Alhamdulillah saat ini omset yang didapatkan bisa mencapai jutaan rupiah. Melalui usaha ini juga bisa berdayakan ibu – Ibu di sekitar rumah,” sambung Jangki Dausat.

Jangki mengaku untuk jumlah yang pesan setiap hari semakin banyak. Namun kami masih keterbatasan alat produksi.

“Kemarin saya cuman dapat pelatihan cara daftarkan akun ke marketing place. Tetapi masih belum diajari bagaimana bisa memasarkan dengan baik di market place. Kami orang di desa tentu berharap ada pelatihan semacam itu,” harapnya.

Selain itu Jangki tak lupa memberikan pesan kepada masyarakat agar tak mudah putus asa dalam situasi masa pandemi Covid-19 yang sulit ini, “Setiap kesulitan pasti ada jalan keluar, meskipun sempat bangkrut kemarin dan hampir tak punya penghasilan selama 4 bula. Terpenting kita mau berusaha dan memanfaatkan peluang itu”, pungkasnya. [nm/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar