Siapa Dia

AQ dan Sepakbola

Presiden Madura United FC, Achsanul Qosasi bersama sang putri di Stadion Gelora A Yani Sumenep. [Foto IG Achsanul Qosasi].

Pamekasan (beritajatim.com) – Presiden Madura United FC, Achsanul Qosasi tidak hanya sebatas memandang sepakbola sebagai bagian dari Cabang Olahraga (Cabor) semata. Tetapi justru sebagai inspirasi, hiburan hingga kegembiraan.

Bahkan jauh dari itu, cabor paling bergengsi di dunia tersebut juga dinilai dapat menyatukan ikatan emosional yang kuat dalam lintas keberagaman dan tanpa sekat. Sehingga dirinya memaknai sepakbola memberikan manfaat kepada orang banyak.

“Bagi kami, sepakbola adalah pembawa inspirasi, hiburan, kegembiraan ikatan emosional yang kuat bagi sesama. Sepakbola adalah setia kehidupan yang berguna bagi banyak orang,” kata Achsanul Qosasi, dikutip dari salah satu jejaring media sosial (medsos) pribadinya, Selasa (30/6/2020).

Tidak hanya itu, ia juga mengaku menemukan tiga prinsip hidup dalam sepakbola berupa 3K, yakni Kebersamaan, Kepedulian dan Kedisiplinan. Sehingga tidak salah jika setiap tim memiliki rasa rasa kebersamaan, saling peduli satu sama lain dan melahirkan permainan yang indah di setiap pertandingan.

Ditambah lagi, setiap pemain juga harus memiliki disiplin yang tinggi. Seperti saat bertahan, menyerang maupun saat memainkan tempo pertandingan. “Olahraga ini tidak mengenal sekat, semua unsur kehidupan menyatu dalam sepakbola. Kebersamaan, kepedulian, serta kedisiplinan menyatu dalam serial kehidupan kita semua,” ungkapnya.

Namun pria yang akrab disapa AQ menilai sejumlah stakeholders sepakbola masih ada mengutamakan kemenangan dan hanya sebatas melihat sepakbola sebagai permainan bergengsi. Begitu juga di antara mereka yang bersitegang menyikapi suatu perbedaan dan hanya ingin menunjukkan kegagahan melalui sepakbola.

“Ketika kami masih bicara kalah dan menang, berarti kita menyukai sepakbola sebatas gengsi dan ikut-ikutan. Ketika kita saling bulli karena perbedaan, berarti kita menyukai sepakbola sebatas emosi dan gagah-gagahan,” sambung pria asli Desa Daramista, Kecamatan Lenteng, Sumenep, Madura.

Dari itu pihaknya meminta agar semua pihak agar melihat sepakbola secara utuh, ia juga menghadirkan ajakan agar tidak memaksakan sepakbola di masa genting. Semisal pelaksanaan ibadah haji yang merupakan salah satu rukun dalam Islam, juga bisa digagalkan kala tidak memungkinkan untuk ditunaikan.

“Cintailah sepakbola apa adanya, jangan memaksakan jika belum bisa, jangan ubah aturan jika belum lazim, jangan dimainkan jika belum saatnya. Naik haji itu rukun Islam, tapi bisa ditunda jika belum memungkinkan. Itulah serial kehidupan agar tidak menjadi malapetaka dan tetap berguna bagi banyak orang,” pungkasnya. [pin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar