Siapa Dia

APPI Kirim Surat Terbuka untuk Presiden, Ini Kata Hansamu Yama

Hansamu Yama Pranata dan Muchlis Hadi Ning Syaifulloh.

Mojokerto (beritajatim.com) – Asosiasi Pesepak bola Profesional Indonesia (APPI) yang menjadi wadah perwakilan bagi para pesepak bola Indonesia, mengirimkan surat terbuka kepada Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Dalam surat tersebut, APPI berharap Liga 1 dan Liga 2 bisa kembali bergulir.

Pemain Bhayangkara Solo FC, Hansamu Yama Pranata mengatakan, Liga 1 dan Liga 2 hingga saat ini belum dipastikan digulirkan karena adanya perpanjangan masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Jawa-Bali.

“Iya, beberapa hari lalu kami (APPI) mengirim Surat Terbuka untuk Bapak Presiden Joko Widodo,” ungkapnya saat didapuk menjadi Duta Vaksin dan Duta PPKM Polres Mojokerto Bersama Muchlis Hadi Ning Syaifulloh, Sabtu (31/7/2021) kemarin.

Meski kompetisi merupakan sumber kehidupan bagi seorang pemain, namun pemain asal Desa Kangkungan, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto mengaku masih bertahan. Meski bapak satu anak ini tidak menyebutkan kesibukannya apa saat kompetisi tidak digulirkan.

“Alhamdulillah, tidak (pemasukan berpengaruh, red). Selama libur kompetisi, latihan masih dilakukan. Di rumah dan di Lapangan Pangreman (salah satu lapangan di Kota Mojokerto, red). Ya kami berharap kompetisi kembali bisa digelar,” katanya.

Seperti diketahui, hingga kini nasib Liga 1 dan Liga 2 2021 masih belum menemui titik terang. Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) masih belum mengantongi izin untuk menggelar kompetisi. [tin/ted]

Berikut Surat dari APPI

Jakarta, 28 Juli 2021

Yang Terhormat, Presiden Republik Indonesia,Bapak Ir. H. Joko Widodo

Kami di sini mendoakan agar Bapak dalam kondisi sehat walafiat serta selalu dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa.

Bapak Presiden yang kami hormati, izinkan kami, para pesepak bola profesional Indonesia menyampaikan kegelisahan kami selama 16 bulan ini dikarenakan tidak adanya kompetisi sepak bola, sebuah penghidupan bagi kami karena bermain sepak bola bukan hanya sekadar hobi yang dibayar, namun merupakan sebuah profesi yang memberikan kehidupan.

Bapak Presiden yang kami hormati, sepak bola di negara ini merupakan olahraga dengan fanatisme yang tinggi, hiburan bagi masyarakat, dan kadang kala menjadi pemersatu bangsa saat sebagian dari kami sedang menggunakan lambang garuda di dada.

Bapak Presiden yang kami hormati, mungkin Bapak mendengar dan melihat tagar #KamiSiapMain dan #PesepakbolaBersatu di media sosial beberapa hari kemarin, tagar tersebut inisiasi kami, sebagai bentuk suara kami yang memang apa adanya. Dulu tagar #PesepakbolaBersatu kami buat pada tahun 2012 sebagai gerakan solidaritas akan permasalahan tunggakan gaji yang dialami hampir seluruh pesepak bola Indonesia. Kini tagar tersebut kami gunakan kembali sebagai gerakan bersama untuk menyatakan kami pesepak bola Indonesia siap untuk bermain sepak bola lagi.

Bapak Presiden yang kami hormati, profesi pesepak bola dianggap sebagai profesi dengan penghasilan besar, penuh kemewahan, dan ketenaran. Anggapan itulah membuat kami dianggap mampu yang jauh dari bantuan-bantuan yang pemerintah berikan. Namun, Bapak Presiden yang kami hormati, apa artinya jika 16 bulan ini tidak ada penghasilan terlebih pemain-pemain kami yang berada di Liga 2, pemotongan gaji dengan besaran fantastis, pemutusan kontrak sepihak, serta belum ada klub yang mau mengontrak kami karena status kompetisi yang masih belum jelas.

Bapak Presiden, profesi pesepak bola adalah profesi yang cukup berbeda dengan lainnya. Kami tidak memiliki jangka waktu karier yang panjang, banyak dari kami yang hanya memiliki panjang karier 10 tahun. Syukur ada yang bisa sampai 15 tahun maka ketiadaan 2 tahun kompetisi sangat memprihatinkan bagi kami.

Bapak Presiden yang kami hormati, sesungguhnya adanya kompetisi selain memberikan kehidupan bagi kami juga memberikan hiburan bagi masyarakat. Apalagi sejalan dengan himbauan Pemerintah untuk tetap di rumah bagi masyarakat yang tidak memiliki kepentingan mendesak keluar rumah.

Bapak Presiden yang kami hormati, kini mayoritas dari kami sudah vaksin, kami juga akan taat dengan protokol kesehatan. Jika memang protokol kesehatan yang ada belum dianggap cukup untuk dijalankan, kami siap untuk diarahkan dengan protokol kesehatan sebagaimana mestinya, jika perlu ditempatkan Satgas saat kompetisi berlangsung untuk menjaga protokol kesehatan agar berjalan dengan benar. Kami juga siap untuk diajak terlibat dalam penyusunan ataupun diskusi dalam pembuatan aturan kesehatan.

Bapak Presiden yang kami hormati, kami memang sangat ingin kompetisi bisa berjalan kembali. Namun, tetap dengan mengutamakan keselamatan, sehingga kami siap untuk menyukseskan agenda kampanye pemerintah untuk penyelesaian pandemi. Dengan kapasitas jejaring pesona yang kami miliki dapat dimanfaatkan untuk mendukung program pemerintah ke seluruh pelosok tanah air.

Bapak Presiden yang kami dirindukan aksinya menendang kick-off pembukaan liga, kami juga menitipkan suara tidak hanya dari ribuan rekan-rekan seprofesi kami baik yang berada di Liga 1 maupun Liga 2, namun juga para tim pelatih, ofisial tim, serta para wasit yang juga memiliki penghidupan dari kompetisi.

Demikian Surat terbuka kami untuk Bapak Presiden. Semoga Bapak Presiden berkenan membaca serta mendengarkan aspirasi kami. Terima kasih Bapak Presiden.

Dari kami, Pesepak Bola Indonesia.



Apa Reaksi Anda?

Komentar