Siapa Dia

Anggota DPRD Kota Kediri yang Cantik ini Perhatikan Nasib Lansia

Anggota DPRD Kota Kediri dari Fraksi PDI Perjuangan Regina Nadya Suwono melakukan agenda turun ke bawah

Kediri (beritajatim.com) – Anggota DPRD Kota Kediri dari Fraksi PDI Perjuangan Regina Nadya Suwono melakukan agenda turun ke bawah, untuk menyapa masyarakat. Selain memberikan bantuan sembako dan santunan, wakil rakyat berusia 23 tahun itu juga memotret penerapan protokol kesehatan (prokes) di tingkat lingkungan serta nasib para lansia.

“Memang saya ingin turun ke bawah khususnya melihat para lansia. Apakah sudah mendapatkan bantuan dari pemerintah, apakah bantuannya tepat sasaran. Karena mereka harus menjadi sasaran penting, para lansia ini rawan kena covid-19. Prokesnya diperhatikan, tingkat kesejahteraannya harus dicek,” kata Regina disela menyalurkan bantuan Kelurahan Balowerti, Kota Kediri, pada Jumat (26/2/2021).

Mbak Rere, panggilan akrab anggota DPRD berparas cantik ini berjalan kaki. Dia masuk dari lorong satu ke lorong gang lain di kawasan padat penduduk tersebut. Tak hanya sekedar menyapa warga, dia juga menyerahkan bantuan sembako dan santunan. Bahkan, politisi jebolan University Melbourne tersebut juga membagi-bagikan masker sambil menitipkan pesan kepatuhan terhadap prokes.

Anggota DPRD Kota Kediri dari Fraksi PDI Perjuangan Regina Nadya Suwono melakukan agenda turun ke bawah

“Lansia ini ke depan akan divaksin covid. Apakah sudah didata. Makanya ini menjadi masukan yang akan kita sampaikan ke Dinas Kesehatan. Kalau database-nya seperti kemarin menggunakan sistem online, saya rasa tidak bisa mengakses mereka dengan keterbatasan-batasan yang dimiliki,” ungkap Mbak Rere.

Legislatif termuda di lingkungan DPRD Kota Kediri tak ingin ada lansia luput dari program pemerintah. “Dengan turun ke lapangan, saya punya gambaran betul suka duka lansia di lapangan,” tambahnya serius. Hasil turba tersebut, lanjut Mbak Rere, bakal dibawa ke SKPD terkait.

“Kalau saya lihat Dinkes mendata secara online. Lansia-lansia yang berada di gang-gang kecil seperti, bakal sulit untuk dijangkau. Harapan kami, agar Dinkes bisa turun dan menggaet para Ketua RT dan RW untuk melakukan pendataan secara manual, supaya data tidak tumpang tindih serta tidak memperlambat jalannya vaksinasi,” pintanya.

Saat agenda turba tersebut, Mbak Rere hanya diantar oleh beberapa orang kadernya saja. Tujuannya tak lain agar tidak menimbulkan kerumunan. Mbak Rere mengetuk satu per satu pintu rumah para lansia. Dari sejumlah warga tersebut, yang paling membekas di hatinya adalah seorang kakek dengan gangguan penglihatan, namun tinggal sebatang kara di rumah.

Mbak Rere juga mengamati minimnya kesadaran masyarakat di lini bawah ihwal prokes. Menurutnya, semua pihak harus bersatu untuk membangun kesadaran masyarakat terhadap prokes, sebagai tindakan premier dalam mencegah Covid-19. Dirinya berharap, langkah tersebut dapat mengilhami elit politik lain.

“Ternyata kesadaran masyarakat sangat minim terhadap prokes. Mereka menganggap ini angin lalu. Dengan turba ini, saya bisa sosialisasi langsung, kalau hanya omong kemudian HP, saya rasa itu tidak sampai. Harapannya elit politik bisa turun, kakrena menurut saya prokes tidak seindah yang dikumandangkan di lapangan,” ajaknya

Agenda turba Anggota Legislatif cantik Regina Suwono ini bakal dilaksanakan terus ke sejumlah kelurahan yang berada di daerah pemilihannya. “Semoga bantuan tersebut bermanfaat bagi mereka. Bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari di tengah kondisi pandemi seperti saat ini,” pungkasnya. [nm].



Apa Reaksi Anda?

Komentar