Siapa Dia

Anang Hermansyah Desak Jember Dikarantina

Anang Hermansyah stori instagram ananghijau.

Jember (beritajatim.com) – Anang Hermansyah, artis dan mantan legislator DPR RI dari Kabupaten Jember, Jawa Timur, meminta kepada pemerintah daerah agar melakukan karantina wilayah untuk menanggulangi penyebaran Covid-19. Pemerintah Kabupaten Jember tidak perlu menunggu pemerintah pusat.

“Membatasi orang keluar dan masuk itu wajib, kalau kita lihat daerah yang lain. Yang sudah melakukan lockdown saja mengalami hal yang buruk. Bagaimana dengan yang tidak melakukan lockdown, bagaimana dengan yang tidak melakukan karantina,” kata Anang via telpon, Senin (30/3/2020).

Anang mendorong pemerintah daerah dan pusat berdialog intensif untuk mencari solusi karantina wilayah sesuai undang-undang. Pemerintah daerah diminta tak hanya menanti pemerintah pusat. “Ini harus agresif, tak bisa hanya menunggu bola. Menunggu satu hari lagi, sekian orang terjangkit. Ini sudah di luar hal normal,” katanya.

Anang mengingatkan, bahwa UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan membutuhkan kesiapan pemerintah pusat dan daerah. “Hari ini pemerintah harus lebih serius dalam menyiapkan distribusi makanan dan distribusi pelayanan kesehatan,” katanya.

Anang memahami jika pemerintah pusat dan daerah sama-sama gamang. “Tapi kalau tahu-tahu orang berbondong-bondong dari daerah lain datang ke Jember dan dia pembawa, carrier Covid-19, ini kan ngeri. Aku berharap pemerintah Jember tegas menjalankan ini (karantina wilayah) sembari diskusi dengan pemerintah pusat. Memang paralel, terus bukan kita menunggu: iyo sek, sing nduwur durung ngomong. Jakarta semakin parah, Bandung semakin parah. Jangan kita menunggu baru kena. Ojo rek! Ini kan mempertaruhkan masyarakat,” katanya.

“Let say pemimpin daerah mengatakan: udahlah, ini demi masyarakat kita harus lakukan. Apapun aku tanggung jawab deh daripada masyarakatku kena masalah. Ya sudah, masyarakat pasti mendukung,” lata Anang.

Anang menyarankan Pemkab Jember untuk segera berdialog dan berkomunikasi dengan banyak pihak jika hendak menjalankan karantina wilayah. “Masa menunggu masyarakat akeh sing lara (sakit). Rumah sakit kita sanggup tidak kalau itu terjadi bersama-sama,” katanya.

“Memang ada pertanyaan lanjutan saat melakukan karantina tersebut: eh, mangane wis isok gak wong wong. Artinya di sinilah pemerintah dengan infrarastruktur aparat tidak berhenti 24 jam menghitung: tahan tidak, pangan kita untuk satu bulan ke depan,” kata Anang. [wir/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar