Siapa Dia

Anak Kuli Bangunan Asal Ngawi Jadi Lulusan Bintara Tercerdas SPN Polda Jawa Timur

Muhamad Al Azhar terpilih sebagai lulusan bintara terbaik cendekia (tercerdas) asal pengiriman Polres Ngawi dengan nilai akademik 80,257. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Muhamad Al Azhar terpilih sebagai lulusan bintara terbaik cendekia (tercerdas) asal pengiriman Polres Ngawi dengan nilai akademik 80,257. Putra bungsu pasangan suami-istri (pasutri), Heru Sukamto (60) dan Khomsiatin (51) ini merupakan anak kuli bangunan dan penjual sayur asal Ngawi.

Azhar terpilih sebagai siswa cendekia bersama Andi Wieza Falevi yang terpilih sebagai siswa tertabah asal pengiriman Polres Batu dengan nilai mental kepribadian tertinggi 75,268 dan Rut Tobi Indrawan asal pengiriman Polres Ponorogo dengan nilai Jasmani tertinggi 8.

Meski anak tukang kuli bangunan dan penjual sayur, Azhar berhasil membuktikan ia berhasil menjadi Bintara Polri T.A 2019 Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Jatim di Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto terbaik. Azhar mampu membanggakan kedua orang tuanya.

Kapolda Jawa Timur, Irjen Luki Hermawan usai melantik 685 bintara di SPN Polda Jawa Timur merasakan kebahagiaan tersendiri karena lulusan terbaik Jawa Timur tahun 2019 ini berasal dari anak seorang kuli bangunan. “Ini merupakan kebahagiaan tersendiri bahwa Jawa Timur dari Ngawi terbaik yang dilantik di wilayah Polda Jawa Timur,” ungkapnya, Senin (2/3/2020).

Kapolda berharap, mudah-mudahan untuk tahun berikutnya membuat masyarakat Jawa Timur mengikutkan putra-putri terbaiknya untuk ikut tes sebagai anggota Polri. Ini lantaran Polda Jawa Timur menginginkan lulusan dari SPN Polda Jawa Timur mendapatkan lulusan yang terbaik.

Lulusan tercerdas asal Desa Tempuran, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi mengaku, tak menyangka bisa berhasil lolos tes dan melanjutkan pendidikan selama tujuh bulan di SPN Polda Jawa Timur dan menyandang sebagai tercerdas bintara Polri dari seluruh Jawa Timur.

“Kayak mimpi bisa jadi polisi, saya dulu mikir kalau jadi polisi itu bayar. Kayak gak mungkin dan gak bisa jadi abdi negara. Usaha dan doa dari orang tua saya membuat saya bisa mewujudkan cita-cita saya menjadi anggota Polri sejak kecil,” katanya sambil meneteskan air mata dengan didampingi oleh kedua orang tuanya.

Walau seringkali tidak memiliki uang untuk berangkat sekolah naik kendaraan umum, namun ia tetap sekolah di SMAN 2 Ngawi dengan mengendarai sepeda ontel.

Sementara, Heru Sukamto (61) ayah Azhar mengaku sengaja datang bersama istri dan kakak pertama Azhar menggunakan travel yang disewanya sebesar Rp700 ribu untuk melihat putra bungsunya dilantik menjadi bintara Polri. “Jadi polisi yang jujur, gak mau apa-apa. Termasuk suap, tidak maulah pokoknya. Jujurlah harusnya, itu saja harapan saya dan ibunya,” tegasnya. [tin/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar