Siapa Dia

Anak Buruh Tani Lulus Fakultas Kedokteran Universitas Jember

Febri Fatma Lailatul Laeli dan orang tua. (Foto: unej)

Jember (beritajatim.com) – Kekurangan ekonomi tidak menghalangi Febri Fatma Lailatul Laeli meraih gelar sarjana kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Jember, Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Anak buruh tani ini berhasil menyelesaikan kuliahnya dalam jangka waktu 4 tahun 1 bulan dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sangat memuaskan, yakni 3,71. Ia menjadi salah satu dari 1.046 mahasiswa yang diwisuda secara daring, Sabtu (20/2/2021).

Sebagaimana dilansir Humas dan Protokol Unej, Eli adalah putri kedua pasangan Suyono dan Surip yang tinggal di Desa Kesilir, Wuluhan, Jember. Suyono menyewa lahan seluas kurang lebih 180 meter persegi untuk ditanami padi di musim hujan, jagung ditanam di musin kemarau. Terkadang juga menanam tembakau. Jika sedang tak mampu menyewa lahan, Suyono menjadi buruh tani.

Eli mendapatkan beasiswa Bidikmisi pada 2016 saat masuk ke Universitas Jember melalui jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). “Sejak kecil saya bercita-cita bekerja di bidang kesehatan, khususnya dokter. Menurut saya profesi di bidang kesehatan itu mulia, karena tugasnya menolong orang,” katanya.

Awalnya Eli sempat ragu juga dengan masalah biaya. “Ternyata saat saya mengutarakan niatan masuk ke Fakultas Kedokteran  orang tua sangat mendukung. Justru Bapak lah yang aktif mencari informasi biaya kuliah kepada para petugas kesehatan, kenalan, bahkan kepada kakak kelas saya yang sudah kuliah,” katanya.

Eli biasa belajar saat dini hari menjelang salat subuh. Dia juga membantu orang tua memanen padi  atau jagung saat pulang ke rumah. Dia juga memetik tembakau dan mempersiapkannya untuk proses dikeringkan.

“Jika belum panen yah saya membantu Bapak ikut membersihkan rumput dan gulma di sawah,” kata gadis yang bercita-cita menjadi dokter spesialis anak ini.

Selama kuliah, Eli pernah menjadi juara pertama literatur review bidang kedokteran yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang dan juara ketiga karya ilmiah poster bidang kedokteran yang digelar oleh Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro pada 2018.

Eli memiliki fokus pada agromedis, yakni aplikasi ilmu kedokteran yang berfokus pada kesehatan masyarakat pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, dan kehutanan. “Kebetulan saya berasal dari keluarga petani, sehingga tahu permasalahan kesehatan yang dihadapi petani, termasuk belum tumbuhnya kesadaran di kalangan petani untuk menggunakan pelindung dalam bekerja di lahan,” katanya. (wir/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar