Siapa Dia

Ahli Modifikasi AC Rusak, Pemuda Lamongan Ini Raih Keuntungan Berlimpah

Rifai saat menjalani aktivitas memodifikasi AC bekas di tempat kerjanya.

Lamongan (beritajatim.com) – Berkat ide kreatif dan keahliannya memodifikasi Air Conditioner (AC), seorang pemuda di Lamongan ini berhasil meraup keuntungan yang melimpah.

Pemuda ini bernama Rifai, yang tinggal di Perumahan Tambora, Desa Tambakboyo, Kecamatan Tikung, Lamongan. Usahanya memodifikasi AC yang rusak dan tak terpakai menjadi kipas angin tersebut terbilang sangat menjanjikan.

“Keahlian memodifikasi AC menjadi kipas angin ini saya dapatkan ketika saya tinggal bersama kakak saya di Surabaya,” ujar Rifai kepada wartawan, Minggu (6/2/2022).

Berbekal dari ilmu yang Rifai dapatkan di Surabaya tersebut, ia lalu mengaplikasikannya ke kampung halamannya.

Rifai menyebut, keahliannya dalam memodifikasi AC ini sebenarnya sudah ia kantongi sejak tahun 2008 silam. Namun, menjual ‘AC’ hasil kreasianya ini baru ia lakoni sejak 3 tahun terakhir.

“Sudah lama kalau hanya menerima modifikasi ini, tapi kalau untuk menjalankan usaha baru 3 tahunan ini,” imbuhnya.

Rifai saat menjalani aktivitas memodifikasi AC bekas di tempat kerjanya.

Saat ini, Rifai mengaku, jika usahanya ini kebanjiran order. Bahkan, jasa modifikasi dan penjualan kipas AC dari para konsumennya pun bisa dibilang tak pernah sepi meski masih suasana pandemi.

Tak tanggung-tanggung, hampir seluruh daerah di Jawa Timur sudah merasakan hembusan angin segar dari kipas ‘AC’ hasil rakitan Rifai yang ia jual secara offline dan online melalui media sosial tersebut.

“Alhamdulillah ramai permintaan, banyak juga yang datang untuk memodifikasi AC,” imbuhnya.

Rifai saat menjalani aktivitas memodifikasi AC bekas di tempat kerjanya.

Dengan perlengkapan sederhana seperti obeng, alat cat dan perlengkapan lainnya, Rifai mampu membongkar dan menyulap sejumlah AC bekas yang tak terpakai menjadi barang yang bernilai jual tinggi.

“Untuk jasa modifikasi hanya Rp 50 ribu saja, sedangkan untuk harga kipas AC tergantung ukurannya karena ada kecil, sedang dan besar dengan harga mulai Rp 250 ribu hingga Rp 500 ribu,” ungkapnya.

Rifai saat menjalani aktivitas memodifikasi AC bekas di tempat kerjanya.

Sementara mengenai kebutuhan bahan baku, Rifai berkata, jika ia kerap pergi ke Surabaya untuk mencari AC rusak. Pasalnya, di Lamongan masih sangat minim bahan untuk membuat kipas ‘AC’ ini.

Nah, bagaimana sahabat beritajatim? Mungkin bagi anda yang punya AC rusak dan teronggok di gudang kini tak perlu khawatir dan terburu-buru untuk membuangnya.

Ada baiknya jika anda memodifikasinya agar bisa dimanfaatkan kembali. Selain itu, bagi anda yang tak ingin merogoh kocek terlalu dalam, mungkin kipas AC kreasi Rifai ini juga bisa menjadi pilihan untuk anda. [riq/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar