Siapa Dia

A. Busyro Karim: Jadi Bupati itu Bebannya Berat

Sumenep (beritajatim.com) – A. Busyro Karim usai secara resmi mengakhiri masa jabatannya sebagai Bupati Sumenep mengaku sangat lega.

“Saya benar-benar merasa ringan. Sejak beberapa bulan, beberapa minggu menjelang berakhirnya masa jabatan ini, saya terasa semakin santai. Dan hari ini ketika masa jabatan saya berakhir, terasa ringan,” katanya, Rabu (17/02/2021).

Menurutnya, menjadi seorang Bupati itu berat. Disebutnya berat karena merupakan amanah dari Allah yang harus dilaksanakan, apapun yang terjadi.

“Jadi bupati itu bebannya berat. Karena tanggung jawabnya memajukan Sumenep. Tapi saya yakin, Pak Fauzi bisa mengemban amanah itu,” ujarnya.

Ia menuturkan, untuk mengurus pemerintahan dan pembangunan agar bisa berjalan dengan baik, harus fokus. Apabila tidak fokus, maka hasil yang diperoleh tidak akan maksimal.

“Saya ini selama 10 tahun menjadi bupati, baru sekitar 1,5 tahun belakangan yang bisa kembali ngajar di pondok. Karena memang waktu saya lebih difokuskan mengurus pemerintahan,” ujarnya.

Ia mengucapkan terima kasih kepada Wakil Bupati, Ach. Fauzi, Sekretaris Daerah Edy Rasiyadi, seluruh jajaran OPD dan semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu.

“Semua yang sudah mendukung jalannya pemerintahan di Sumenep, saya mengucapkan terima kasih. Saya juga mohon maaf, apabila ada ucapan maupun perbuatan yang mungkin menyakiti,” ucapnya.

Busyro Karim meninggalkan rumah dinas menggunakan mobil pribadinya, didampingi istri tercinta, Nurfitriana. Jajaran Forkopimda mengikuti di belakang, mengantarkan hingga rumah pribadi Busyro di Pondok Pesantren Al Karimiyah, Desa Baraji, Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep. [tem/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar