Iklan Banner Sukun
Ragam

Waspada! Ini Penyebab dan Bahaya Orang yang Jarang Buang Air Kecil

Ilustrasi toilet tempat buang air kecil (Foto: Markus Spiske, Pexels)

Surabaya (beritajatim.com) – Buang air kecil merupakan salah satu aktivitas normal yang dialami oleh manusia. Bahkan proses keluarnya urine dari dalam tubuh ini berguna untuk kesehatan, terlebih dalam mengeluarkan kotoran sekaligus racun.

Meski begitu, ternyata banyak orang yang jarang melakukannya. Dengan kata lain, seseorang berkemih sekitar 1-2 kali saja dalam sehari.

Orang yang jarang berkemih atau kencing bisa jadi disebabkan karena tubuh kekurangan cairan atau dehidrasi. Bisa juga karena adanya gangguan pada ginjal yang disebabkan oleh berbagai hal, seperti penyakit diabetes hingga darah tinggi.


Bahkan tak sedikit dari masyarakat yang justru merasa malas untuk pergi buang air kecil. Seseorang lebih memilih menahannya daripada pergi ke kamar mandi. Jika hal ini terus dibiarkan, tentu saja dapat mempengaruhi serta membahayakan kesehatan.

Bahaya yang bisa ditimbulkan ketika jarang berkemih ialah seseorang jadi lebih rentan mengidap Infeksi Saluran Kemih (ISK). Bahkan, jika penyebabnya karena dehidrasi, badan mereka bisa menjadi lemah dan konsentrasi turut terganggu.

Jarang berkemih juga dapat membuat tensi hingga kesadaran seseorang jadi menurun. Jika sudah demikian, maka harus segera menghubungi dokter untuk dilakukan pemeriksaan.

Pada dasarnya kapasitas kantong kemih setiap orang berbeda-beda, pada orang dewasa kira-kira mencapai 300-600cc. Maka jika dihitung dalam jam, kurang lebihnya selama empat hingga lima jam sekali seseorang perlu buang air kecil. Asal cairan dalam tubuh tercukupi.

Meski berpuasa, ginjal yang sehat akan tetap memproduksi urine secara normal. Maka jika frekuensi kencing terlalu cepat atau bahkan jarang, hal ini perlu diwaspadai dan dilakukan pemeriksaan secara medis. (fyi/ian)


Apa Reaksi Anda?

Komentar