Iklan Banner Sukun
Ragam

Waspada! Bahaya Penggunaan Wadah Plastik untuk Janin dan Anak Balita, Ini Pemicunya

Ilustrasi botol minuman plastik kemasan (sumber foto: pixabay)

Surabaya (beritajatim.com) – Seperti yang diketahui jika penggunaan plastik sudah tidak bisa lepas dari kebutuhan pokok masyarakat. Seperti beras, minyak, hingga minuman kemasan yang di mana semuanya menggunakan plastik.

Tidak hanya itu, mainan anak-anak ataupun snack juga tidak luput dari penggunaan plastik yang bisa saja berbahaya bagi kesehatan mereka.

Karena seperti yang diketahui jika plastik merupakan salah satu material yang mampu bertahan sangat lama. Maka tak jarang jika banyak orang yang menggunakannya kembali, padahal bisa saja membahayakan kesehatan.

Selain itu Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait mengingatkan kepada para bunda agar lebih berhati-hati dalam memilih produk dan kemasan, baik dalam bentuk minuman maupun makanan. Lantaran Arist menyebutkan jika kurang lebih tiga tahun terakhir Komnas Anak fokus pada dampak penggunaan kamasan plastik di dalam rumah tangga.

Pasalnya menurut pria yang lahir pada 1960 ini, plastik tidak hanya dapat mengganggu kesehatan melainkan juga bisa menghambat pertumbuhan anak secara mental dan intelektual.

Apalagi jika kemasan tersebut terbuat dari plastik polikarbonat (kode no 7) adalah senyawa Bisphenol A yang lebih dikenal dengan sebutan BPA. Lantaran jenis senyawa ini mengandung racun yang berbahaya bagi anak – anak. Umumnya digunakan pada kemasan galon air isi ulang.

Dalam keterangan tersebut disebutkan bahwa yang banyak terdapat di pasaran diketahui merupakan kemasan galon isi ulang yang terbuat dari polikarbonat yang mengandung BPA, dan kemasan galon sekali pakai yang terbuat dari PET yang tidak mengandung BPA.

Meskipun sudah terdapat larangan untuk penggunaan senyawa BPA pada galon plastik, namun tetap saja banyak galon isi ulang yang menggunakan senyawa ini. Padahal galon yang terbuat dari PET relatif lebih aman untuk dikonsumsi maupun bagi kesehatan.

Arist, mengatakan, di dalam penelitian tersebut disebutkan kalau BPA bebas yang telah menembus plasenta dan mencapai fetus, kebanyakan tetap berada dalam bentuk aktifnya.

Tidak hanya itu, penelitian juga menunjukkan bahwa fetus kemungkinan dapat terpapar BPA melalui plasenta.

Di dalam rahim, paparan estrogen pada waktu yang tidak tepat dalam kadar yang melebihi atau kurang dari normal dapat menyebabkan efek merugikan terhadap perkembangan berbagai organ dan sistem, termasuk sistem reproduksi, perkembangan otak, kelenjar susu dan sistem imun. (frs/ian)

Apa Reaksi Anda?

Komentar