Iklan Banner Sukun
Ragam

Wanita Harus Hati-Hati! Warna Darah Menstruasi Ini Bisa Jadi Tanda Infeksi

(Foto: Sora Shimazaki, Pexels)

Surabaya (beritajatim.com) – Menstruasi merupakan hal yang selalu dialami oleh wanita setiap bulannya. Meski begitu, pernahkah kalian memperhatikan warna darah haid?

Jangan dianggap sepele karena nyatanya, warna darah menstruasi bisa menjadi indikator kondisi kesehatan kalian. Jika kalian perhatikan dengan seksama, warna darah menstruasi akan berbeda-beda.

Meski ada yang memang normal, beberapa warna juga bisa menjadi indikasi dari hal lain seperti stress, infeksi, perubahan berat badan, atau penyakit menular seksual.

Berikut ini adalah penjelasan tentang arti dari warna darah haid, apabila ada sesuatu yang terasa salah, maka kalian bisa segera memeriksakannya.

1. Merah terang

Umumnya, saat pada hari awal menstruasi, warna darah masih berwarna terang. Artinya, darah tersebut masih segar dan mengalir dengan cepat, dan akan terus terjadi selama periode menstruasi. Warna juga bisa berubah menjadi lebih ketika menstruasi akan selesai, yang mana jumlah darah juga semakin berkurang.

Meski merupakan warna yang normal, warna darah merang terang ternyata juga bisa menjadi pertanda adanya infeksi tertentu, seperti klamidia atau gonore. Kedua jenis infeksi tersebut dapat menyebabkan terjadinya pendaharan di tengah siklus menstruasi, misalnya terjadi flek atau pendarahan di luar jadwal haid.

2. Merah tua

Kalian pasti pernah mengalami menstruasi dengan darah berwarna merah tua atau sedikit gelap. Kalian tak perlu khawatir karena ini disebabkan oleh darah yang tersimpan cukup lama di uterus, sehingga teroksidasi.

Darah yang berwarna gelap juga menjadi tanda bahwa periode menstruasi akan segera berakhir, diikuti dengan jumlah darah yang semakin sedikit. Kondisi ini, sama sekali tidak membahayakan.

3. Hitam

Sama seperti darah haid yang berwarna merah tua, darah berwarna hitam juga berarti sama dan tidak perlu dikhawatirkan. Namun, apabila darah berwarna hitam disertai dengan gejala seperti bau tak sedap, demam, kencing terasa susa, rasa gatal pada vagina, atau bengkak.

Maka bisa jadi hal tersebut merupakan pertanda adanya penyumbatan pada vagina. Sebaiknya kalian segera melakukan pengecekan pada dokter agar segera mendapat perawatan.

4. Merah muda

Seorang pakar ilmu keperawatan dari New York, Margaret Romero mengatakan bahwa darah haid yang berwarna merah muda bisa menandakan tubuh yang kekurangan kadar estrogen. Ditambah lagi denga gejala lain seperti menstruasi tidak teratur atau tidak menstruasi selama beberapa bulan.

Hal ini tentu tidak boleh dianggap sepele, karena dapat menigkatkan risiko vagina kering, risiko osteoporosis, atau kehilangan gairah seks. Tentu saja kalian harus segera pergi ke dokter jika mengalami hal ini.

Normalnya, darah haid berwarna merah muda jika terjadi awal atau akhir siklus, bisa juga muncul di pertengaha siklus haid yang menunjukkan wanita sedang pada masa ovulasi.

5. Oranye

Umumnya, warna oranye muncul ketika darah bercampur dengan cairan serviks sehingga warnanya memudar. Namun juga bisa sebagai tanda dari pendarahan implantasi saat sel telur yang telah dibuahi menempel ke rahim.

Kondisi ini terjadi 10 hingga 14 hari setelah pembuahan. Apalagi kalian mengalami pendarahan ini saat sudah lama telah haid, ada baiknya untuk segera cek kehamilan.

Darah berwarna oranye juga bisa menandakan terjadinya infeksi bakteri pada vagina atau penyakit menular seksual. Mungkin juga sebenarnya yang keluar adalah keputihan abnormal berawarna oranye, namun tak ada salahnya untuk segera melakukan pemeriksaan.

6. Keabuan

Apabila kalian mengalami hal ini, bisa jadi kalian sedang mengalami infeksi, seperti bakteri atau penyakit menular seksual. Gejala lainnya yang bisa memperkuat kemungkinan adalah darah yang berbau tidak sedap. Segera cek untuk mencari tahu penyebabnya dan mendapatkan penanganan sedini mungkin.

Mengamati diri sendiri adalah hal yang sangat penting, karena jika terjadi sesuatu, kalian bisa segera melakukan penanganan. (mnd/ian)


Apa Reaksi Anda?

Komentar