Iklan Banner Sukun
Ragam

Viral Siswa Makan di Lantai Tapi Guru Malah Duduk di Kursi Bak Tamu VVIP

Surabaya (beritajatim.com) – Kesenjangan sosial nampaknya masih banyak terjadi di lingkungan masyarakat. Hal ini pun masih terjadi bahkan dalam strata guru dan dilansir dari worldofbuzz, dalam sebuah acara Hari Guru, salah satu sekolah di Malaysia.

Dikutip dari World of Buzz, dalam acara itu, guru-guru mendapat fasilitas yang layak, yakni dari memberi jalan ke iring-iringan mobil mereka dan membatasi akses untuk mobil yang lain karena ada kategorisasi ‘VVIP Use Only’.

Juga dalam acara tersebut para guru yang diperlakukan sebagai VVIP dan VIP mendapatkan ruang dengan berbagai dekorasi, seperti, meja dan kursi yang dihias juga menu makanan yang berbeda bahkan dengan muridnya.

Lebih dari itu, sekolah ini membuat siswa duduk berjajar di lantai kantin untuk makan tanpa alas duduk dan dengan menu yang berbeda drastis dengan menu para guru. Makanan pun disediakan di dalam kemasan plastik mika yang dibagikan oleh seorang laki-laki memakai pakaian adat Melayu.

Mereka makan menggunakan tangan dan tanpa sendok dan garpu, makanan pendamping pun diberikan secara berkelompok dengan piring-piring plastik dan minuman berwarna ungu yang juga diberikan dalam gelas plastik. Terlihat bahkan anak-anak itu makan dengan banyak orang berlalu lalang diantara mereka.

Kejadian ini pun ramai menjadi perbincangan warganet. Melalui media sosial, warganet menuliskan, “Tidak pantas bagi anak-anak untuk duduk di lantai, di mana sangat tidak higienis.”

“Semua ini terjadi, sementara para VIP duduk di tenda yang telah ditentukan, tidak menyadari fakta bahwa anak-anak disuruh makan di lantai yang kotor.”

“Bahkan jika lantainya bersih, ketika Anda tidak menyuruh anak-anak melepas sepatunya, lantai yang bersih pun akan menjadi kotor lagi.”

“Ya. ini tidak adil bagi anak-anak, mereka harusnya bisa mendapatkan meja mereka meskipun tidak harus indah, tetapi setidaknya membuatnya sedikit lebih layak dari ini.”

“Meski kegiatan ini memang untuk memperingati hari Guru, tetapi bukankah mereka ada karena juga karena adanya murid? Bagaimana bisa mereka melupakan bahwa anak-anak merekalah yang seharusnya jadi prioritas utama. Ini benar-benar telah kehilangan nalar,” tukas warganet yang lain. (adg/beq)

 


Apa Reaksi Anda?

Komentar