Iklan Banner Sukun
Ragam

Viral Bocah di Sumut Doyan Bensin, Ini Bahayanya Bagi Kesehatan

(Foto: Skitterphoto, pexels)

Surabaya (beritajatim.com) – Seorang bocah berinisial AR (11 tahun) asal Kecamatan Datukbandar, Kota Tanjungbalai, Sumatra Utara. Memiliki kebiasaan aneh suka minum bahan bakar bensin. Apakah dampaknya bagi kesehatan?

Jika memakan makanan cepat saji atau makanan instan secara berkala, saja memberikan dampak yang tidak baik bagi tubuh dan kesehatan. Apalagi meminum bensin yang merupakan bahan bakar dan sangat tidak disarankan untuk dikonsumsi. Lalu, seperti apa kajian secara ilmiah berdasar darai kandungan senyawa yang ada di dalam bensin?

Menelan bahkan dalam jumlah yang kecil dapat berakibat fatal. Genjalanya dapat berupa perut kembung, diare, mual-mual, serta nafas tidak teratur. Bensin sangat berbahaya karena terdiri dari senyawa hidrokarbon seperti alkana, benzena, toluena, dan xilena. Ketika bensin sampai tertelan walaupun dalam jumlah yang kecil, senyawa hidrokarbon tersebut akan memasuki aliran darah. Akibatnya dapat mengurangi fungsi sistem saraf pusat (SSP) dan menyebabkan kerusakan organ.

Bahaya dari paparan bensin ini bukan hanya terjadi jika dikosumsi, terpapar dengan uap atau menyentuhnya juga bisa menyebabkan kerusakan bagi kesehatan. Melansir Medical News Today, bensin memiliki uap beracun yang jika terpapar terlalu lama dapat berbahaya bagi kesehatan seseorang. Terpapar bensin atau uap bensin dalam jumlah besar atau dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan komplikasi kesehatan yang serius.

Bensin tidak hanya beracun ketika tertelan. Seseorang juga dapat mengalami kerusakan pada kulit, mata, dan paru-paru ketika mereka bersentuhan dengan cairan bensin, asap atau uap bensin. Selain itu, pembakaran bensin melepaskan beberapa bahan kimia berbahaya, salah satunya adalah karbon monoksida. Karbon monoksida adalah gas tidak berwarna dan tidak berbau yang dapat mematikan ketika seseorang menghirupnya dalam konsentrasi tinggi atau untuk jangka waktu yang lama.

Melansir dari laman kesehatan Universitas Utah, Amerika Serikat, Brad Dahl yang merupakan spesialis racun di Pusat Pengendalian Racun Universitas Utah mengatakan, kasus keracunan bensin sering terjadi namun penderitanya kadang tidak sadar. Contoh kasusnya seperti saat terjadi kelangkaan bensin misalnya, seseorang akan menstransfer bensin dari satu montor ke montor lain daripada membeli. “Jadi mereka akan menyedotnya kemudian ketika mereka mengisap tabung itu, beberapa masuk ke mulut mereka secara tidak sengaja dan menelannya,” terang Brad.

Brad Dahl juga mengatakan bahaya bensin bagi anak-anak. Setidaknya anak-anak harus bisa muntah sesegera mungkin setelah menelan bensin. Setelah itu suruh minum air putih yang banyak untuk mengindari dehidarasi. Jika tidak dilakukan penanganan tersebut dalam jangka waktu yang lama, itu akan membuatnya sangat sakit dan akan menyebabkan luka bakar kimia. [rsf/tur]


Apa Reaksi Anda?

Komentar