Iklan Banner Sukun
Ragam

Viral Anak TK di Drop Out Tanpa Surat Resmi, Ini Alasannya

Tangkapan layar video yang viral lantaran anak TK di Drop Out (DO) tanpa surat resmi dan surat peringatan (Tiktok @mamamiqgav)

Surabaya (beritajatim.com) – Beredar video yang menjelaskan seorang anak TK di drop out (DO) tanpa surat resmi dan surat peringatan. Akun TikTok @mamamiqgav yang merupakan wali murid dari Miquel tersebut mengungkapkan rasa kekecewaannya pada pihak sekolah.

Menurut keterangan mamamigav, pihak sekolah melakukan DO lantaran dirinya telah melakukan komplain melalui media sosial. Komplain tersebut berawal dari rasa kecewanya saat ia diusir dan dilarang duduk disebuah kursi oleh scurity sekolah.

Dirinya pun mempertanyakan mengenai adanya peraturan dilarang untuk masuk dan duduk di kursi tersebut. Terlebih karena ia menganggap hal itu hanya terjadi pada dirinya saja.


“Kalo bikin aturan tolong yang jelas. Jadi kalo memang gak boleh, ya semuanya gak boleh, jangan pilih-pilih orang. Untuk kesekian kalinya saya kecewa menyekolahkan anak saya di sini,” tulisnya dalam sebuah unggahan”

Pihak security pun menjawab jika dirinya hanya menjalankan tugas dari bos yang baru saja meneleponnya. Dari sini ia kemudian timbul pertanyaan, di sebuah institusi sekolahan mengapa ada sebutan bos? dan siapa sebenarnya bos yang dimaksud? Kepala sekolah atau ketua yayasan?. Security menjawab jika bos yang dimaksud itu ialah ibu E**.

Akun mamamiqgav mengaku bahwa rasa kecewa tersebut tidak hanya karena anaknya dikeluarkan dari sekolah begitu saja. Namun, juga alasan mengenai tidak adanya pengembalian uang yang telah dibayarkan untuk satu tahun, yang berkisar 16 juta rupiah.

Meski begitu, demi menjaga mental sang anak, ia pun segera memindahkan Miquel ke TK baru. Terlepas dari banyaknya orang yang menyarankan untuk tidak keluar terlebih dahulu sebelum surat resmi dan uang dikembalikan.

Wali murid dari Miquel tersebut juga sempat menyayangkan karena terlalu seringnya staff dan bahkan guru yang resign dan akhirnya diganti. Menurutnya hal ini tentu saja tidak baik bagi anak-anak usia TK. Karena pasti tidak mudah bagi mereka nyaman dengan orang-orang baru.

“Dalam hitungan satu dua tiga bulan guru, scurity, dan resepsionis sudah berganti-ganti beberapa kali… Jadi anak baru nyaman udah ganti, baru nyaman udah ganti,” ungkapnya. (fyi/ian)


Apa Reaksi Anda?

Komentar