Iklan Banner Sukun
Ragam

Trauma Akut Hingga Trauma Sekunder, Berikut 5 Tipe Trauma yang Bisa Terjadi Pada Seseorang

Ilustrasi orang yang mengalami trauma akut. (Iarm Rmah, unsplash)

Surabaya (beritajatim.com) – Trauma biasa dialami oleh siapapun. Hal itu dilatarbelakangi oleh banyak faktor yang tak terduga. Faktor biologis merupakan salah satu yang menyumbang adanya trauma.

Dilansir dari Psychology Today, faktor, salah satu sebab dapat mengakibatkan struktur otak bernama amigdala (struktur di otak yang punya tanggung jawab mendeteksi ancaman) menjadi aktif. Respons aktif itu lantas dialirkan ke beberapa sistem tubuh dalam bentuk pertahanan.

Proses ketersaluran respons aktif ini juga membuat sistem saraf simpatik bereaksi sehingga merangsang pelepasan adrenalin dan noradrenalin serta hormon stres. Dengan begitu, tubuh akan siap guna mempertahankan diri, misalnya dengan respons berlari, melawan, atau malah membekukan diri.

Secara psikologis, respons yang umum terjadi yaitu agresi, syok atau ketakutan jangka pendek. Jika ancaman sudah dianggap tidak ada oleh amigdala, reaksi akan menghilang dan memudar. Akan tetapi, bagi sebagian orang, perasaan mengancam dalam trauma bisa bertahan lama hingga mengganggu kehidupan harian seseorang.

Jika respon emosional itu terus ada dalam diri seseorang, maka khawatirnya akan berdampak panjang hingga mengalami PTSD dan gangguan kesehatan mental kronis lain. Masih dari Psychology Today, berikut ini lima tipe trauma yang bisa terjadi pada seseorang.

1. Trauma akut

Trauma akut bisa disebabkan karena matinya seseorang yang berharga, kecelakaan mobil, serta serangan fisik atau seksual. Tipe ini biasa terjadi pada penderitanya secara intens, berlangsung satu kali, dan punya waktu reaksi singkat.

2. Trauma kronis

Jenis trauma kronis ini terjadi sebab serangan atau gangguan yang repetitif dan berkepanjangan. Reaksi trauma ini dapat diakibatkan dari kekerasan rumah tangga, pelecehan yang dialami terus-menerus dan juga perundungan.

3. Adverse childhood experiences

Trauma ini biasanya dihadapi saat masa kanak-kanak. Situasi sulit, seperti perceraian, kekerasan rumah tangga, serta pelecehan fisik atau seksual, jadi sebab anak yang belum memiliki coping mechanism (mekanisme mengatasi masalah) memendam masalah

4. Trauma sekunder (vicarious)

Trauma jenis ini bermula dari paparan atau penderitaan orang lain. Golongan yang terancam mengalami trauma jenis ini yaitu adalah para penegak hukum, dokter dan relawan. Kelelahan kasih merupakan faktor utama penyandang trauma jenis ini.

5. Trauma kompleks

Trauma ini disebabkan karena adanya serangan pada penyandangnya. Namun, dalam jenis kompleks ini, penyandang tak memiliki kemungkinan untuk melarikan diri dari peristiwa yang terjadi. Akibatnya, ia memiliki kecenderungan waspada berlebihan untuk melawan kemungkinan adanya ancaman yang ada.

Itulah beberapa tipe dari trauma yang bisa terjadi atau dialami oleh seseorang. (dan/ian)


Apa Reaksi Anda?

Komentar