Iklan Banner Sukun
Ragam

Touch Starvation: Kurang Akan Sentuhan, Bisa Berakibat Tekanan Batin

Ilustrasi sentuhan yang bisa membuat orang merasa nyaman. (Njiwan Swargia, unsplash)

Surabaya (beritajatim.com) – Manusia itu makhluk sosial, haus akan sentuhan yang biasanya suka Anda dengar sebagai bercandaan, ternyata ada pembahasannya secara serius. Orang yang kesepian atau hidup sendiri dapat mengalami hal ini.

Nyatanya haus akan sentuhan benar ada kasusnya secara medis dan dapat sangat menyiksa. Istilah medis dilansir disebut touch starvation.

Dilansir dari media mint, touch starvation ini merupakan kondisi dimana seseorang tidak mendapat kontak fisik seperti biasanya, atau bisa jadi tak ada sama sekali.

Misalnya saja, anak-anak yang tinggal di panti asuhan, atau orang tua yang harus dirawat di rumah sakit jadi orang-orang yang biasanya mengalami kondisi ini.

Kontak fisik dengan orang lain ternyata jadi salah satu bentuk interaksi yang sangat penting bagi manusia. Otak manusia mungkin menjadi organ tubuh yang paling penting, namun kulit adalah organ tubuh yang terbesar.

Saat melakukan kontak fisik dengan orang lain, seperti berpelukan, atau tos tangan kulit akan mengirim sinyal ke otak kita guna melakukan produksi oksitosin. Oksitosin sendiri yaitu hormon kebahagiaan yang membantu seseorang merasa senang dan mampu menekan rasa takut atau cemas.

Saat seseorang tidak mendapat sentuhan fisik secara cukup, bisa jadi akan merasa stres, cemas, ataupun sedih. Rasa stres itu akan membuat otak merilis hormon kortisol, yang memiliki efek buruk untuk imun tubuh.

Tingkat kortisol yang tinggi juga bisa meningkatkan resiko infeksi, asma, hingga diabetes. Jika sudah gitu, ada cara untuk mengurangi touch starvation. Berikut ini tips untuk melawan touch starvation dilansir dari WebMD.

1. Video chat. Meski tidak bisa bersentuhan langsung, video chat dapat membantu Anda berinteraksi dengan orang lain dan mengurangi gejala touch starvation ini.

2. Olahraga daring bersama teman-teman atau kelompok olahraga dapat mengurangi rasa kesepian.

3. Bernyanyi dan menari. Dua aktivitas ini terbukti bisa membantu produksi hormon oksitosin saat Anda yang tidak bisa berjumpa orang lain.

4. Main dengan hewan peliharaan. Meski bukan manusia, melakukan interaksi dengan hewan peliharaan dapat membantu produksi oksitosin secara luar biasa.

Sentuhan, kontak, dan interaksi dengan orang lain itu penting. Oleh sebab itu, jangan sampai lupa untuk berbagi pelukan atau sentuhan dengan orang-orang di sekitar. (dan/ian)


Apa Reaksi Anda?

Komentar