Ragam

Tidak Sulit, Siapkan Berkas Ini Jika Ingin Menikah Dengan WNA

(Foto: Mentatdgt, pexels)

Surabaya (beritajatim.com) – Pernikahan menjadi hal yang diidam-idamkan bagi kebanyakan orang. Selain harus memiliki pasangan untuk diajak nikah dan mendapat restu kedua keluarga, pasangan yang ingin menikah juga perlu mengurus susrat-surat tertentu untuk bisa menikah. Pernikahan yang dilakukan oleh pasangan sesama orang Indonesia saja sudah membutuhkan banyak dokumen, apalagi yang beda negara.

Namun memang benar bahwa jodoh tidak ada yang mengetahui, siapa sangka jika ternyata jodoh kalian adalah bule atau orang dengan Warga Negara Asing. Tidak perlu khawatir, kalian masih bisa melanjutkan hubungan kalian ke jenjang yang lebih serius asalkan dengan beberapa hal yang harus disiapkan.

Hal itu tentunya bukan sesuatu yang mudah dan membutuhkan proses yang panjang. Belum lagi berurusan dengan pegawai kantor kedutaan, urusan imigrasi, dan lain sebagainya. Tetapi dengan niat tulus, jalan pasti akan terbuka lebar. Apa saja yang harus dipersiapkan? Simak penjelasan di bawah ini.

Dokumen yang harus disiapkan WNA

Bagi pasangan kalian yang berbeda kewarganegaaran, dokumen-dokumen ini harus dipenuhi untuk melancarkan proses pengurusan agar pernikahan bisa segera dilakukan. Yakni :

  • Certificate of No Impediment (CNI) artinya adalah surat yang menyatakan bahwa ia bisa menikah dan akan menikah dengan WNI. Untuk mendapatkan surat ini, harus berurusan dengan instansi yang berwenang di negaranya, seperti kedutaan.
  • Fotokopi kartu identitas dari negara asal calon pengantin
  • Fotokopi akta kelahiran
  • Fotokopi paspor
  • Surat keterangan bahwa tidak sedang dalam status menikah
  • Akta cerai apabila sebelumnya sudah pernah menikah
  • Akta kematian apabila pasangan yang terdahulu meninggal dunia
  • Surat keterangan domisili saat ini
  • Pas foto 2×3 (4 lembar) dan 4×6 (4 lembar)
  • Jika pernikahan di lakukan secara agama Islam, maka harus menyertakan surat keteragan mualaf bagi yang sebelumnya beragama non-muslim.

Pada poin pertama, tertulis bahwa harus melampirkan CNI dari kedutaan, untuk mendapatkannya, maka serahkan akta kelahiran asli, fotokopi kartu identitas, fotokopi paspor, surat domisili yang bisa berupa tagihan listrik, lalu formulir pernikahan dari kedutaan negara. Tentunya, seluruh surat tersebut harus dilampirkan dalam Bahasa Indonesia lalu dilegalisir oleh kedutaan negara WNA tersebut yang berada di Indonesia.

Dokumen yang harus disiapkan WNI

  • Surat keterangan belum menikah yang telah ditandatangani oleh RT dan RW setempat
  • Formulir N1, N2, dan N4 dari Kelurahan dan Kecamatan setempat
  • Formulir N3 dari KUA (surat persetujuan kedua mempelai yang harus ditandatangi)
  • Fotokopi KTP
  • Fotokopi Akta Kelahiran
  • Fotokopi Kartu Keluarga
  • Buku nikah orang tua (hanya berlaku jika calon pengantin adalah anak tunggal)
  • Data dan KTP saksi pernikahan yang terdiri dari 2 orang
  • Pas foto 2×3 (4 lembar) dan 4×6 (4 lembar)
  • Bukti pembayaran PBB (Pajak Bumi Bangunan) terakhir
  • Perjanjian Pra Nikah (jika ada)

Pasangan yang memiliki warga negara Indonesia, harus menyertakan fotokopi dan akta kelahiran asli, fotokopi KTP, Fotokopi surat N1, N2, dan N4 dari Kelurahan, serta fotokopi perjanjian pra nikah jika ada kepada kedutaan asing.

Bagaimana? Tidak terlalu rumit bukan? Pernikahan beda negara tetap akan dianggap sah apabila sudah memenuhi persyaratan tersebut dan dijalankan sesuai dengan hukum tempat di mana proses acara diberlangsungkan. (mnd/tur)



Apa Reaksi Anda?

Komentar