Iklan Banner Sukun
Ragam

Tidak Sama, Ini Perbedaan Sosiopat dan Psikopat yang Berdarah Dingin

(Foto: Lilartsy, pexels)

Surabaya (beritajatim.com) – Psikopat dan Sosiopat adalah dua istilah yang mungkin, kita kenal akibat menonton film. Terutama dari film dengan tema thriller atau kriminal. Banyak yang mengira bahwa dua hal tersebut sama, berkaitan dengan orang yang tak memiliki rasa empati dan berhati dingin.. Namun ternyata, psikopat dan sosiopat adalah dua gangguan yang berbeda, lho.

Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5) menjelaskan bahwa keduanya masuk dalam gangguan kepribadian yang sama, yaitu Antisosial Personality Disorder atau gangguan kepribadian antisosial. Umumnya, mereka yang memiliki gangguan ini memiliki perilaku antisosial, impulsive, tidak peduli aturan bahkan norma, tidak memiliki rasa bersalah apalagi rasa takut.

Perbedaan yang paling mencolok adalah tingkat kesadaran pada penderitanya. Seorang psikopat biasanya tidak akan memiliki perasaan dan kesadaran tentang apa yang baik dan buruk. Perasaanya seperti kosong dan hampa. Sementara sosiopat, masih memiliki kesadaran akan ini, walaupun hanya sedikit. Ia akan mengetahui saat ia berlaku salah namun, ia tidak peduli dan meneruskan perbatannya.

Berikut ini adalah perbedaan dari psikopat dan sosiopat yang mudah sekali dikenali.

Kemampuan Bersosialisasi

Meskipun berhati dingin dan antisosial, rupanya seorang psikopat masih bisa berbaur dan beradaptasi dengan lingkungan. Kemampuan sosialisasinya tidakla buruk bahkan bisa tampak seperti orang yang ramah. Orang di sekitarnya akan melihatnya sebagai seseorang yang normal, tidak ada kecerugiaan, sehingga menjadi lengah dan mudah termanipulasi.

Berbeda dengan psikopat, seorang sosiopat lebih banyak mengalami kesulitan dalam bersosialisai. Mereka tidak berbaur dengan masyarakat, terlihat menarik dan tidak peduli pada orang lain. Bahkan cenderung memiliki ego yang besar dengan berpikiran bahwa dirinya lah segalanya dan orang lain tidak ada artinya. Inilah yang mendasari perbuatan jahat sosiopat, karena selalu memikirkan dirinya sendiri dan bisa menyingkirkan orang lain dengan mudah.

Kontrol Diri

Tak disangka-sangka, seorang psikopat memiliki kontrol diri yang baik. Tanpa emosi, mereka cenderung memiliki sikap yang tenang, sama sekali tidak mencurigakan. Namun dibalik itu, diam-diam mereka bisa melakukan kejahatan dengan darah dingin, menyerang secara proaktif, detail, dan sangat berhati-hati dalam segala tindakan. Mereka juga digambarkan sebagai sosok yang tak terduga, kecerdasan membuat mereka melakukan hal yang sama sekali tak terpikirkan oleh orang lain.

Sedangan seorang sosiopat, memilih untuk mengasingkan diri, bahkan sangat membenci untuk bersosialisasi. Namun emosi mereka tidak bisa dikontrol, begitu labil dan impulsif. Mereka juga pribadi yang tidak sabaran dan sembrono. Kejahatan yang mereka lakukan, seringkali karena spontan dan tidak ada perencaan yang mendetail

Penyebab

Psikopat tidak memiliki kerangka berpikir, sehingga minim dalam hal etika dan moral. Bisa dikatakan bahwa struktur otak seorang psikopat akan berbeda dengan orang normal, ini biasanya terjadi karena ketidakseimbangan genetic dan reaksi senyawa kimiawi dalam otak.

Lesi pada bagian otak (amigdala) yang seharusnya bertanggung jawab untuk rasa takut dan penghakiman, cenderung minim sekali. Membuat mereka juga tidak memiliki rasa takut, rasa bersalah, dan selalu tenang dalam kondisi apapun.

Sementara sosiopat sendiri terjadi karena banyak faktor, bisa karena faktor cacat otak bawaan, atau pola asuh orang tua, bahkan keadaan di lingkungan. Tanda sosiopat juga bisa dikarenakan peristiwa traumatis di masa lalu. (mnd/tur)


Apa Reaksi Anda?

Komentar