Iklan Banner Sukun
Ragam

Tetap Untung Ratusan Juta, Berikut Tips, Manfaat, dan Cara Investasi Selama Resesi Ekonomi

Investasi Selama masa Resesi dapat menguntungkan jika kita pandai mengetahui cara kerjanya (ilustrasi pexels)

Surabaya (beritajatim.com) – Kondisi ekonomi suatu negara yang terhantam resesi, tentu mempengaruhi analisis dan keputusan investasi. Meskipun pertumbuhan ekonomi menjadi lesu, kita masih bisa mengambil keuntungan dari berinvestasi. Agar semakin tahu mengenai keputusan investasi selama masa resesi, simak beberapa poin resesi berikut ini.

1. Apa itu resesi?

Definisi resesi yang sederhana dan paling banyak digunakan adalah penurunan Produk Domestik Bruto (PDB) yang berkelanjutan selama dua kuartal atau lebih berturut-turut. Produk Domestik Bruto (PDB) adalah nilai keseluruhan dari SEMUA barang jadi dan jasa yang diproduksi di dalam batas suatu negara dalam waktu tertentu.

Ciri-ciri yang juga penting dipahami selama resesi adalah penurunan ekonomi yang signifikan, seperti kehilangan pekerjaan, peningkatan bantuan pemerintah, perubahan kebijakan fiskal dan moneter, dan lain sebagainya. Jadi, dengan gambaran umum itu, masyarakat mungkin bertanya-tanya mengapa melakukan investasi selama resesi adalah ide yang bagus. Meskipun berinvestasi bisa menjadi keuntungan yang baik, namun kita harus tahu betul apa saja aset yang terbaik untuk diinvestasikan.

2. Poin-poin penting berinvestasi dalam resesi

Banyak orang selamat dan menjadi sangat kaya selama resesi. Hal ini tampaknya sangat kontra-intuitif, tetapi menjadi masuk akal ketika orang-orang itu memahami bagaimana cara kerja investasi selama resesi. Anggap saja situasi itu seperti diskon akhir tahun, di mana toko menawarkan diskon besar-besaran, namun produknya diganti dengan aset, bukan produk toko. Semua aset, baik itu rumah atau saham menjadi jauh lebih murah, tetapi fundamental aset tetap sama.

Pada dasarnya ketika membeli aset di era resesi, maka kita membeli dengan harga diskon besar-besaran, bukankah ini sangat menguntungkan ? Oleh karena itu, nilai aset yang lebih rendah menawarkan peluang bagus untuk berinvestasi dengan harga murah.

Namun, investasi selama resesi bisa datang dengan beberapa risiko tambahan karena volatilitas. Agar mengurangi resiko ini, pastikan kamu melakukan investasi jika keadaannya memungkinkan, seperti ini:

– Memiliki persediaan tabungan darurat yang solid.
– Tidak terburu-buru menguangkan kembali portofolio milik sendiri.
– Memikirkan konsep berinvestasi jangka panjang.
– Dapat mengendalikan emosi dalam mengambil keputusan portofolio. Agar tidak menyebabkan kepanikan yang mengarah pada keputusan terburu-buru, seperti menjual saham dengan kinerja yang buruk.

Berikut adalah cara pemeriksaan sederhana yang dapat dilakukan untuk menilai, apakah keuangan kita berada di posisi yang tepat untuk melakukan investasi selama resesi ataukah sebaliknya:

– Memiliki keuangan yang kuat, setidaknya mampu menyisihkan tabungan untuk dana dingin dan darurat.
– Memiliki pengetahuan dan pemahaman ekonomi yang baik
– Selalu paham resiko keamanan finansial, biak jangka pendek maupun jangka panjang.

3. Manfaat berinvestasi selama resesi (dengan hasil nyata)

Investor yang memasukkan uang mereka ke pasar selama masa resesi telah menghasilkan keuntungan dengan cukup baik dari waktu ke waktu. Meskipun ekonomi mengalami kehancuran, namun harga selalu kembali pulih sehingga pada posisi keuangan yang lebih kuat beberapa tahun kemudian.

Berinvestasi pada titik terendah pasar selama resesi jelas merupakan salah satu hal yang ditunggu beberapa orang, tetapi penting untuk diingat bahwa tidak ada gunanya selalu berpatokan pada hal ini. Misalnya jika kita telah berinvestasi dalam dana indeks S&P 500 pada saat ekonomi paling buruk di tahun 2007, kita akan mendapatkan keuntungan tahunan 8,4% selama 13 tahun sejak itu. Hal ini menunjukkan bahwa investasi itu tentang waktu selama di pasar, bukan waktu pasar.

4. Apa yang harus diinvestasikan selama resesi

Dana indeks seringkali merupakan cara terbaik untuk berinvestasi bagi kebanyakan orang, karena siapa pun dapat mengakses saham dengan sangat mudah sambil mencapai pengembalian yang tinggi. Dana indeks bisa menjadi cara yang bagus untuk berinvestasi, baik sedang resesi atau tidak.

Resesi menawarkan banyak nilai jika kita tahu apa yang harus dicari. Jadi, belilah bisnis saham terkemuka dengan harga yang menguntungkan. Emas juga seringkali merupakan investasi yang sangat baik selama resesi karena ketidakpastian harga selama resesi.

Intinya adalah, selama resesi, penting untuk tidak membiarkan emosi memengaruhi keputusan dan tetap berpegang pada rencana awal. Ingatlah untuk fokus pada perusahaan atau dana yang berkualitas tinggi dan pertahankan selama mereka tetap mampu bertahan selama resesi. Jangan ragu juga untuk membeli emas juga jika ingin melakukan diversifikasi, atau bahkan beberapa investasi real estat yang bagus jika harga rumah mulai turun selama resesi. (Kai/ian)

Apa Reaksi Anda?

Komentar