Iklan Banner Sukun
Ragam

Ternyata, Ini Penyebab Kita Jarang Temukan Guling Di Hotel

(Foto: Ron Lach, pexels)

Surabaya (beritajatim.com) – Selain banyak bantal, guling adalah hal yang harus selalu ada di kamar tidur kita. Tidur memeluk guling memiliki kenikmatan sendiri yang membuat tidur kita semakin nyaman dan nyenyak. Namun, pernahkan anda perhatikan, bahwa hotel dan penginapan lain di sekitar kita tidak menyediakan guling di kamar mereka?

Beberapa diantara kita mungkin jarang memperhatikan sesuatu hal kecil ini. Namun ketika mengetahui faktanya memang dapat dikatakan ini adalah hal yang unik; tidak ada guling di sana. Benda empuk berbentuk bulat dan panjang ini, entah kenapa tidak disediakan.

Hal ini sudah menjadi standad di hampir seluruh penginapan di Indonesia tidak menyediakan guling pada kamar mereka. Meskipun kita mengerti jika tidur dengan memeluk guling memiliki manfaat, diantaranya mengurangi resiko sakit punggung, membangun posisi nyaman dan dapat memperbaiki postur tubuh yang salah.

Guling memang memiliki sejarah yang panjang di Indonesia. Ia hadir sejak ratusan tahun lalu ketika Belanda mulai melebarkan sayap kolonialismenya di Nusantara. Orang-orang Belanda inilah yang pertama kali memperkenalkan guling. Awalnya mereka dibuat dari anyaman rotan atau anyaman bambu.

Benda ini dulunya disebut ‘Dutch Wife’, karena yang menggunakannya hanya orang Belanda sebagai pengganti kerindun mereka akan kehadiran istri yang ada di Belanda. Pada perkembangannya kemudian, guling ini menjadi salah satu bagian tak tergantikan dari budaya tidur masyarakat indonesia, baik yang punya istri maupun yang masih jomblo.

Hotel sebagaimana mereka lahir dari adaptasi kebudayaan di Eropa dan Amerika, turut menggunakan standad umum dengan tidak menyertakan guling sebagai bagian dari fasilitas tempat tidur mereka. Alasan lain hotel di Indonesia mengikuti budaya barat, karena penggunaan guling di kamar hotel membuat kamar tidur menjadi tidak higienis. Pasalnya, banyak orang beristirahat di hotel ketika berlibur.

Jika kita menyediakan guling akan sulit untuk dibersihkan dan lebih banyak menyimpan dibandingkan bantal. Seperti yang kita ketahui, guling identik dengan dipeluk. Tentu saja, sentuhan kulit lebih banyak dibandingkan dengan bantal yang digunakan untuk kepala.

Tapi jika kita sudah terbiasa tidur dengan guling, kita bisa meminta kepada petugas. Walaupun tidak di dalam kamar, namun mereka tetap menyediakan guling jika ada yang menginginkan, beberapa tempat yang memberikan fasilitas guling adalah hotel khas Indonesia dengan nuansa jawa dan wilayah Indonesia. [prd/tur]


Apa Reaksi Anda?

Komentar