Ragam

Ternyata Cupang Berbahaya Bagi Tubuh, Bisa Sebabkan Stroke

Ilustrasi cupang leher. (pexels)

Surabaya (beritajatim.com) – Jika kamu melihat seseorang mengenakan turtleneck atau syal di musim panas, maka bisa jadi ia sedang menyembunyikan sesuatu! Jika kamu berpikiran mengenai cupang, itu bisa jadi.

Cupang, Hickey, Love Bite atau Kiss mark adalah istilah dari tanda memar pembuluh darah bawah kulit yang pecah akibat hisapan atau ciuman di sekitar area leher. Kita mungkin akrab dengan artikel bagaimana cara menghilangkan bekas cupang, tetapi apa kamu tahu bahwa cupang bisa bahaya untuk kesehatan?

Cupang umumnya tidak buruk untuk kesehatan. Tetapi para ahli mengatakan ada beberapa kasus langka di mana cupang bisa membahayakan atau bahkan mengancam jiwa. Untuk mengetahui itu, berikut ini adalah bahasan berbagai efek samping yang dapat ditimbulkan cupang.

Sebab tanda cupang adalah pembuluh darah yang pecah, maka semakin lama atau keras intensitas hisapan pada kulit, semakin gelap dan semakin lama pula bekas itu menghilang. Cupang dapat bertahan hingga dua minggu, tergantung pada tingkat keparahannya. Selama proses itu tanda cupang akan perlahan-lahan memudar warnanya seiring waktu, seperti memar pada umumnya.

Meskipun terkadang terasa sakit, sebagian orang pada kondisi tertentu menganggap cupang adalah sesuatu yang nikmat. Bahkan di beberapa negara, cupang menjadi penanda masuknya awal kehidupan yang baru.

Berikut enam hal yang harus kamu ketahui tentang fakta cupang yang terkait dengan kesehatan.

1. Cupang Hanyalah Memar

Cupang sebenarnya hanyalah memar. Dalam beberapa kasus, cupang adalah memar yang disengaja, baik sebagai cara “menandai” wilayah seseorang atau karena jenis permainan seksual tertentu yang disetujui oleh kedua pasangan. Di lain waktu, cupang terjadi secara tidak sengaja, seperti saat sesi bercinta menjadi sedikit terlalu panas atau kecelakaan.

Dokter kulit Dr. Sandy Skotnicki, M.D. yang diwawancarai New Yor Times mengatakan bahwa “Ketika kulit mengalami hisapan (mirip dengan bekam dalam pengobatan Tiongkok), beberapa pembuluh darah permukaan pecah karena tekanan. Darah kemudian keluar dari pembuluh dan mengendap di kulit. Secara teknis hal ini sama seperti yang terjadi pada memar.”

2. Beberapa Orang Lebih Rentan Terhadap Cupang Dibandingkan yang Lain

Cupang tidak selalu merupakan hasil dari hisapan bibir ketika bercinta. Beberapa orang mungkin mengalami ‘memar’ bahkan karena ciuman yang lembut atau gesekan kulit saja. Hal ini bisa terjadi karena beberapa alasan seperti memiliki pembuluh darah yang lebih lemah, pembuluh darah yang lebih tipis, atau kekurangan vitamin.

Menurut Skotnicki yang dilansir dari Healthline, orang dengan kulit yang lebih tipis atau lebih sensitif juga lebih mudah mengalami mendapatkan cupang. Dengan kulit yang tipis, pembuluh darah menjadi lebih dekat ke permukaan, sehingga tidak perlu banyak usaha untuk melukainya.

Meski begitu, cupang biasanya tidak perlu dikhawatirkan, kecuali jika kamu tiba-tiba mendapatkan memar padahal tidak merasa melakai kulit. Karena hal itu bisa jadi gejala atas suatu penyakit, maka sudah waktunya untuk menemui dokter.

3. Cupang Dapat Menularkan Herpes Oral

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, 3,7 miliar orang di bawah usia 50 tahun menderita HSV-1, atau yang biasa dikenal dengan herpes oral. Jenis herpes ini menyebabkan luka dan mempengaruhi sekitar 67% populasi dunia.

Herpes oral juga sangat mudah menular sehingga tidak perlu kontak mulut ke mulut untuk menyebarkannya. Cukup dengan sentuhan tangan atau mulut dengan kulit yang terinfeksi. Jika pasangan Anda menderita cold sore yang aktif, herpes oral dapat menjadi aktif di tempat-tempat selain mulut, seperti leher atau wajah.

4. Tidak Ada Obat Untuk Cupang

Jika tidak ada obat untuk memar, maka tidak ada obat untuk cupang juga. Yang bisa dilakukan hanyalah mengobatinya seperti memar biasa.

Kompres dengan es atau bagian belakang sendok dingin yang ditempelkan segera setelah mendapatkan cupang. Hal ini dapat membantu mengurangi pembengkakan dan jumlah darah yang naik ke permukaan kulit agar terhindar dari bekas yang berwarna gelap.

Jika kamu tidak memiliki akses untuk mengambil es dari freezer, maka Skotnicki menyarankan untuk mencoba arnica, yang merupakan pengobatan topikal yang terbuat dari ramuan yang membantu rasa sakit dan memar.

5. Cupang Bisa Menyebabkan Bekas Luka

Ketika berbicara tentang apakah cupang dapat meninggalkan bekas luka, para ahli terbagi menjadi dua kelompok. Dalam kasus cupang, sangat jarang sampai ada yang menyebabkan bekas luka.

Namun pada kasus-kasus tertentu, seperti isapan berlebihan, disertai gigitan, atau digaruk maka akan menyebabkan bekas luka. Menggaruk kulit pada area cupang dapat memperburuk atau mencegah proses penyembuhan. Hal ini karena menyebabkan jaringan parut terbentuk, yang dapat terlihat dan terasa berbeda dari kulit yang ada sebelum cupang.

6. Cupang Dapat Menyebabkan Stroke

Sangat jarang cupang memiliki efek fatal atau hampir fatal, tetapi ada beberapa insiden yang berujung pada tindakan medis.

Melansir Healthline, pada tahun 2011, seorang wanita Selandia Baru menderita stroke non-fatal akibat cupang. Pada tahun 2016, Inverse melaporkan bahwa lokasi cupang berada di atas arteri utama; pecahnya pembuluh darah membuat bekuan darah di lehernya, yang menyebabkan stroke, dan menyebabkan kelumpuhan pada lengan kirinya.

Kemudian pada tahun 2016, seorang anak berusia 17 tahun di Meksiko meninggal karena stroke setelah cupang. Menurut laporan lokal, cupang menciptakan gumpalan darah yang berjalan ke otak dan memicu kejang. Insiden itu adalah stroke fatal pertama yang dilaporkan akibat cupang. Inilah bagaimana cupang bisa berbahaya, meskipun kasus ekstrem seperti itu jarang terjadi. (Kai/ian)

Apa Reaksi Anda?

Komentar