Iklan Banner Sukun
Ragam

Terkesan Positif, Ini Ucapan Gaslighting Yang Justru Bersifat Manipulatif

Ilustrasi seseorang yang melakukan gaslighting (Foto: Trinity Kubassek, Pexels)
Ilustrasi seseorang yang melakukan gaslighting (Foto: Trinity Kubassek, Pexels)

Surabaya (beritajatim.com) – Gaslighting didefinisikan sebagai ungkapan pelecehan emosional secara personal. Di mana penyiksaan dilakukan dengan cara melemahkan kepercayaan diri orang lain. Dengan sifat yang cenderung memanipulatif, tak ayal membuat korbannya merasa bingung bahkan menerima realitas dari orang lain.

Kondisi seperti ini sering kali tak disadari. Padahal bisa jadi mereka sering mengalaminya. Berikut beberapa ucapan gaslighting yang terkesan positif namun sebenarnya hanya manipulatif, di antaranya seperti;

Hanya becanda

Biasanya pelaku gaslighting ini mudah sekali mengolok-olok, merendahkan, hingga menyinggung perasaan orang lain. Namun, dengan mudahnya ia kemudian meminta maaf dengan dalih hanya becanda.

Mudah tersinggung atau baperan

Ucapan menyakitkan yang dikemas dengan senda gurauan membuat pelakunya merasa tidak bersalah sepenuhnya.

Bahkan jika korbannya merasa sakit hati atau tidak terima, ia justru cenderung menjudge korban sebagai orang yang mudah tersinggung atau baperan.

Tidak bermaksud demikian

Alih-alih meminta maaf dengan tulus dan tidak mengulangi hal yang menyakitkan lagi, mereka yang melakukan gaslighting justru terus memberikan pembelaan.

Mereka menjelaskan bahwa dirinya tidak bermaksud demikian. Ucapan tersebut sebenarnya untuk membuat si korban jadi bingung dan merasa bahwa kesalahan itu ada pada dirinya sendiri.

Berhenti insecure

Mungkin pernah mendengar seseorang mengucapkan bahwa kita tidak boleh insecure? Ya, kalimat ini memang terkesan positif. Namun, sebenarnya justru membuat seseorang jadi bingung.

Di sisi lain si korban mengetahui kekurangannya, namun karena pelaku gaslighting menyarankan untuk berhenti insecure, korban pun justru mengabaikan kekurangannya dan tidak jadi memperbaiki diri.

Pasti bisa

Hampir sama dengan sebelumnya, kalimat ‘pasti bisa’ yang dilontarkan seseorang mungkin memiliki kesan yang positif. Namun, bisa juga bermakna manipulatif atau gaslighting. Hal ini karena pelaku membuat korbannya menjadi tidak bisa menerima realita yang ada. (fyi/ian)


Apa Reaksi Anda?

Komentar