Iklan Banner Sukun
Ragam

Tentang Work-Life Balance dan Prediksi Jam Kerja di Masa Depan

(Foto: Anna Tarazevich, pexels)

Surabaya (beritajatim.com) – Sebuah riset menunjukkan jika di masa depan, hanya perlu kerja 8 Jam dalam Seminggu. Penelitian tersebut layak untuk dirayakan demi menyambut work-life balance. Work life balance sendiri diartikan sebagai kemampuan seseorang dalam menyeimbangkan tanggung jawabnya dalam pekerjaan dan hal yang tidak berkaitan dengan pekerjaan.

Aspek penting dalam work life balance dalam kehidupan adalah keseimbangan waktu. Proporsi waktu yang diluangkan untuk pekerjaan dan hal- hal di luar pekerjaan tentu sangat menentukan dalam upaya tercapainya work life balance. Seperti waktu untuk kesenangan pribadi, keluarga maupun orang orang disekitar.

Aspek lain dari work life balance adalah keterlibatan yang mengarah pada komitmen atas keikutsertaan dalam suatu kegiatan. Bentuk dari kegiatan rutinitas itu sendiri tidak hanya diartikan sebuah acara atau event saja, tapi juga kegiatan seperti seni, olahraga maupun kegiatan bersama keluarga.

Demi wujudkan work life balance di masa mendatang penelitian pun dilakukan oleh social Science and Medicine. Hasil penelitian yang lakukan itu pun menyarankan pada manusia agar bekerja hanya delapan jam saja seminggu. Konsep kerja 8 jam seminggu yang jadi penelitian itu menitikberatkan pada isu kesehatan mental.

Sebab pada titik tertentu, banyak generasi milenial yang terlalu banyak bekerja lalu mengalami burnout dan menimbulkan berbagai masalah kesehatan mental serta fisik.

Di luar negeri pun ada yang pernah lakukan uji coba enam jam kerja dalam sehari. Tentu saja, dalam waktu 18 bulan pertama, para perawat yang mencoba sistem kerja ini jadi jarang izin sakit karena mereka merasa lebih sehat dan produktif.

Mungkin rasanya was-was, untuk bekerja berdampingan dengan robot dan otomatisasi mesin. Tapi, disisi lain dengan bekerja bersama robot akan bisa meringankan beban dan waktu kerja manusia.

Namun, waktu kerja yang lebih sedikit bukan itu bukan berarti mengerjakan semua pekerjaan dalam satu minggu diringkas dalam delapan jam kerja. Jumlah pekerjaannya pun juga berkurang. Ini bisa terjadi jika jumlah konsumsi juga lebih sedikit. [dan/tur]


Apa Reaksi Anda?

Komentar