Iklan Banner Sukun
Ragam

Tarik Ulur Konten Porno di OnlyFans

Surabaya (beritajatim.com) – Beberapa waktu lalu, kita mendapatkan tentang rencana penghapus konten porno pada media daring berbayar, OnlyFans. Namun, nyatanya hal itu dibatalkan mengenai larangan konten berbau pornografi untuk para penggunanya.

Keputusan ini terjadi setelah mengikat kesepakatan dengan mitra perbankan dan penyedia pembayaran. Informasi ini diumumkan oleh OnlyFans melalui akun Twitter.

Dalam postingannya, Only Fans menyampaikan terimakasih kepada para pengguna dan memberikan pesan jika sudah mendapatkan jaminan yang diperlukan untuk mendukung komunitas kreatif dengan menangguhkan perubahan kebijakan 1 Oktober. Maka dari itu, OnlyFans akan berdiri bersama komunitas inklusif sebagai rumah bagi semua kreator,

Awalnya di 19 Agustus lalu, OnlyFans berencana melarang penggunaan dalam mengunggah konten mengandung pornografi, kebijakan ini akan berlaku pada 1 Oktober 2021. Selain itu, beberapa pengguna menyalahkan OnlyFans atas rencana larangan materi berbau pornografi. Namun, OnlyFans menyatakan hal itu dilakukan demi memenuhi permintaan mitra perbankan dan penyedia pembayaran.

Kepala Eksekutif dan salah satu pendiri OnlyFans, Tim Stokely, menyampaikan jika harus membayar lebih dari satu juta pembuat konten lebih dari U$300 juta (Rp4.3 T) setiap bulan. Bukan hanya itu, mereka perlu memastikan bahwa dana in harusi sampai ke pembuat konten dengan melibatkan penggunaan sektor perbankan

Namun ada bank yang secara khusus yakni, BNY Mellon menolak transaksi dengan OnlyFans. Sedangkan Metro Bank yang berbasis di Inggris,sejak 2019 menutup rekening OnlyFans. Bukan hanya itu, OnlyFans terpengaruh oleh aturan baru dari penyedia pembayaran seperti Mastercard untuk menindak pelanggaran di ranah siber seperti penyebaran gambar seksual dan materi pelecehan seksual anak secara non-konsensual.

Hasilnya selama pandemi, OnlyFans sudah keuntungan sebesar US$1 miliar atau setara Rp14 Triliun. Selain itu, OnlyFans cukup populer di kalangan pembuat konten amatir dengan biaya berlangganan yang relatif rendah bahkan memungkinkan meraup sekitar 80 persen dari penghasilan. Namun ketika membuat rencana pelarangan konten porno ada perasaan khawatir terancam dan kehilangan sumber pendapatan utama.

Meskipun keinginan untuk beralih dari materi dewasa ke konten yang lebih umum sudah direncanakan sejak lama. Platform baru in diharapkan membantu konten kreator OnlyFans dapat berbagi konten dan topik terkait fitness, memasak, komedi, atau musik. [prd/bjo]


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Shin Tae Yong Puji Rumput Lapangan Thor Surabaya

Menjajal Mobil Listrik Wuling Air ev