Ragam

Tanda-tanda Orang Overthinker, Bisa Jadi Kamu Salah Satunya?

Ilustrasi seseorang yang overthinker. (Pexels)

Surabaya (beritajatim.com) – Mungkin tak sedikit orang yang overthinker atau kerap memikirkan banyak sekali hal di setiap saat. Bahkan bisa juga dalam kurun waktu yang lebih lama. Padahal sesuatu yang dipikirkan tersebut tidak terlalu penting dan bahkan belum tentu akan terjadi.

Tak ayal jika hal ini terus menerus dilakukan dan tak segera diatasi maka seseorang justru dapat menjadi stres hingga menganggu aktivitas sehari-hari. Maka ada baiknya jika sejak dini mengetahui apakah kamu seorang overthinker atau bukan. Coba cek, apa beberapa tanda overthinker ini ada pada dirimu.

Kerap memikirkan suatu hal secara berulang-ulang

Pada dasarnya wajar jika seseorang memikirkan suatu hal. Namun, jika terlalu berlebihan hingga kerap memikirkannya berulang-ulang itu tanda kamu sosok yang overthinker. Mungkin dalam benakmu ada sesuatu yang sepertinya selalu kurang, salah, atau bahkan belum selesai.

Bisa juga karena memikirkan suatu kejadian yang menurutmu sangat memalukan. Mungkin kejadian itu sudah terjadi beberapa waktu lalu, tapi kamu masih saja memikirkannya.

Sering berandai-andai

Para overthinker juga gemar berandai-andai, ia kerap mengandaikan dirinya sebagai orang yang sangat power full, rupawan, bertahta, bergelimang harta, atau sekadar menjadi sosok tertentu. Biasanya mereka akan melakukannya sesaat menjelang tidur. Memikirkan sekaligus membuat skenario tentang hidup yang ia impikan.

Terlalu memikirkan pendapat orang lain

Mendengarkan pendapat orang lain memang perlu. Hal ini berguna untuk membuka mindset perihal banyak hal. Namun, terlalu banyak memikirkan pendapat orang lain justru membuat seseorang menjadi tidak percaya diri. Padahal yang dimaksud orang tersebut juga belum tentu sama dengan apa yang kamu pikirkan.

Berpikir negatif padahal belum tentu terjadi

Tak sedikit juga orang yang kerap berpikir negatif, padahal hal yang dimaksud pun belum tentu terjadi. Hal ini biasanya terjadi karena pengalaman di masa lalu tentang ekspektasi tertentu. Saat semua tak sesuai dengan yang dibayangkan, tak ayal jika ada perasaan akan kemungkinan terburuk terulang kembali.

Meski hal ini terbilang cukup wajar dirasakan oleh seseorang. Namun, tetap harus diingat, bahwa bukan tentang pikiran negatifnya yang perlu diutamakan, tetapi justru solusi yang harusnya segera ditemukan.

Kurang aksi

Seorang overthinker cenderung menghabiskan waktunya untuk berpikir. Sehingga ia kerap lupa untuk melakukan sesuatu atau kurang aksi. Tak ayal, jika semuanya kerap berakhir sia-sia semata. Bayangkan jika kita memikirkan suatu masalah secara berlebihan, tanpa kurangnya aksi untuk mengatasinya. Yang ada, justru masalah lain semakin menumpuk. (Fyi/ian)

Apa Reaksi Anda?

Komentar