Iklan Banner Sukun
Ragam

Tak Pernah Mudah, Memilih Bertahan Walaupun Tak Bahagia Dalam Suatu Hubungan

(Foto: Vera Arsic, pexels)

Surabaya (beritajatim.com) – Sebagian besar dari kita mungkin pernah membayangkan bahwa dunia akan baik-baik saja ketika kita telah menemukan kekasih atau jodoh. Bahwa dunia akan menjadi miliki berdua, sedang yang lain hanya remah-remah belaka. Namun seringnya, semua bayangan ideal itu akan hancur dan luntur begitu saja, tidak lama setelah memulai hubungan.

Ya, tidak akan pernah ada sesuatu yang berjalan mulus terus-menerus. Termasuk dalam menjalin hubungan dengan seseorang. Selalu ada konflik dan perbedaan diantara satu dengan yang lain. Dan inilah yang nanti menempa kita menjadi lebih dewasa dan bijak.

Namun, tidak jarang kita sampai pada kondisi harus memutuskan untuk bertahan atau berpisah. Dan mengambil keputusan dalam kondisi ini bukanlah sesuatu yang mudah bahkan membutuhkan berbagai pertimbangan dari finansial dan perasaan apalagi jika sudah berumah tangga.

Namun, ketika mencoba untuk memutuskan tetap bertahan dalam hubungan tentu saja ada hal positif dan negatif dari keputusan itu. Maka dari itu, kita perlu menggunakan logika versus emosi sehingga mampu membantu dalam mengidentifikasi hal-hal yang tidak kita sadari sebelumnya,

Percaya setiap keputusan pasti akan menghasilkan risiko bahkan mungkin menyakiti. Disinilah kejujuran menjadi sesuatu yang penting sebagai pasangan ketika ingin mengakhiri hubungan. Sebenarnya dalam mengakhiri hubungan hanya perlu integritas bukan hanya mempertimbangkan semua alasan sehingga penting membangun kejujuran.

Bertahan dalam Hubungan Kurang Sehat Berdampak Buruk

Faktanya, hubungan yang kurang sehat bisa merusak kesehatan. Kondisi ini akan dialami istri dan suami secara individu. Mungkin istri tidak terlalu berdampak, namun suami mengalami penurunan kesehatan. Penyebabnya adalah sejumlah topik perselisihan. Salah satunya adalah pasangan bermusuhan atau bertahan selama perselisihan atau berdebat tentang topik yang sama secara berulang kali tanpa solusi apa pun.

Selain itu, respons tubuh pada konflik hubungan menyebabkan kerusakan jangka panjang. Bahkan ada banyak penelitian yang menghubungkan konflik hubungan dengan respon fisiologis, seperti peningkatan pelepasan hormon stres, peradangan, perubahan regulasi nafsu makan, dan fungsi kekebalan tubuh,

Memang perlu diakui jika pilihan berpisah bukanlah hal yang mudah menuturkan dan melakukannya. Namun disisi lain, tidak ada hubungan yang dapat diharapkan untuk bertahan ketika sudah merasa tidak sejalan. Bahkan ketika kita sudah berusaha dan mulai untuk mendiskusikan masa depan dengan pasangan rasanya tak ada jalan keluar.

Maka dari itu, cobalah luangkan waktu dan pemikiran dengan lebih tenaang sehingga semua akan terasa lancar dan baik-baik saja. Berpisah dengan baik-baik supaya keduanya masih menjalin komunikasi dan berpikiran jernih pada setiap proses yang dihadapi. [prd/tur]


Apa Reaksi Anda?

Komentar