Iklan Banner Sukun
Ragam

Tak Pernah Lupa Baca Buku, Ini Daftar Bacaan RM BTS

(Foto: Ibadah Mimpi, pexels)

Surabaya (beritajatim.com) – Pria bernama lengkap Kim Namjoon ini memang kedapatan sering membaca buku di waktu luangnya. Walaupun jadwalnya full sebagai seorang idol, ia tidak pernah lupa membawa buku favoritnya. Berikut ini beberapa buku yang dibaca oleh RM BTS, seperti yang dilansir dari berbagai sumber:

Demian oleh Hermann Hesse’s

Buku yang diterbitkan tahun 1919 ini, mengilhami seorang RM BTS dalam membuat lagu, yakni Blood Sweat and Tears. Demian mengisahkan tentang lelaki kecil bernama Emil Sinclair yang sedang mencari jati dirinya. Ringkasnya, buku ini mengisahkan tentang perjalanan Emil mentukan pilihan dunia yang terang atau gelap ditengah pergolakan jiwa anak mudanya.

Melansir dari Super summary, ada beberapa poin yang dibahas dalam buku ini, yakni tentang kebaikan dan keburukan, dosa manusia, akibat dari sebuah kebohongan, perjalanan mencari Tuhan, hingga fase menuju kedewasaan. Untuk sebuah novel, buku ini terbilang berat karena menceritakan tentang filsafat. Namun buku ini tetap asik untuk dibaca karena membuat pembaca menerka-nerka jalan cerita selanjutnya.

Living Loving and Learning oleh Leo Buscaglia

Dari judulnya saja sudah dapat tebak apa isi dari buku ini, yakni tentang menyeimbangkan antara kehidupan, soal cinta, dan waktu untuk belajar. Buku yang pertama kali diterbitkan pada tahun 1980-an ini berisi kumpulan ceramah Leo Buscaglia dan penuh dengan interaksi anekdot dari siswa, pembaca, dan teman.

Seperti dilansir dari Goodreads, dalam menulis buku, Leo terinspirasi dari kejadian sehari-hari yang seringkali luput dari perhatian kita. Dia menunjukkan kebanyakan orang mengambil terlalu banyak hal begitu saja dan menjadi salah arah oleh ketenaran, otoritas, atau uang.

Jung’s Map of the Soul: An Introduction oleh Murray Stein

Buku ini juga menjadi inspirasi RM dalam menulis lagu. Tak hanya menjelaskan tentang prinsip dasar-dasar psikologi, namun juga berisi analitik Carl Jung tentang topeng sosial yang dipakai manusia. Melansir dari laman yang sama, dalam bukunya, Murray Stein memaparkan pemikiran Jung tentang kepribadian manusia yang terdiri dari empat lapisan. Lapisan pertama disebut Persona yang memiliki makna topeng publik atau bagian luar dari diri seseorang yang akan ia tunjukkan pada orang lain

Lapisan kedua bernama Animus, yakni bagian untuk memahami lawan jenis. Lapisan berikutnya disebut Shadow atau bayangan yang berisikan sisi gelap dan buruk dari seseorang. Dan yang terakhir Self yang merupakan kepribadian inti dari seseorang itu, jadi apakah ia baik atau buruk bisa dilihat dari lapisan Self ini. (rsf/tur)


Apa Reaksi Anda?

Komentar