Iklan Banner Sukun
Ragam

Tak Hanya Bermata Biru, Ini Fakta Menarik Suku Buton Indonesia

(Foto; Aditya Wardhana, unsplash)

Surabaya (beritajatim.com) – Sebagai negara kepulauan, Indonesia memang dibekali dengan banyak suku, budaya, adat, sampai agama yang beragam. Mulai suku jawa, betawi, batak, sampai suku papua.

salah satu suku yang masih tetap eksis dan memiliki banyak keunikan adalah suku buton. Mereka merupakan salah satu suku yang mendimi wilayah Sulawesi Tenggara. Selain terkenal karena penduduknya yang memiliki warna mata biru, ternyata ada fakta menarik lainnya loh, berikut ulasannya:

Nenek moyang beraga islam

Melansir dari Wikipedia, Kamis (14/10/2021) nenek moyang Suku Buton berasal dari Johor Malaysia, yakni Sipunjanga bersama dengan ketiga temannya Sijawangkati, Simalui, dan Sitamanajo. Keempat orang tersebut pertama kali masuk ke Nusantara pada abad ke 15.

Mereka kemudian mendirikan kesultanan bercorak Islam di kepulauan Bau-Bau. Sultan terakhir yang memimpin kesultanan Buton meninggal pada tahun 1960 yang menyebabkan hilangnya kerajaan. Sejak saat itu tradisi kepulauan Buton menjadi tidak diperhatikan lagi bahkan tercerai berai.

Mayoritas bermata biru

Seseorang yang memiliki mata berwarna biru merupakan sesuatu yang langka di Indonesia yang sebagian besar penduduknya memiliki rambut hitam dan mata gelap. Namun beberapa anggota suku asli Buton memiliki mata biru yang paling menakjubkan, karena kondisi langka yang dikenal sebagai Sindrom Waardenburg.

Melansir Next Shark, Sindrom Waardenburg ditandai dengan beberapa derajat gangguan pendengaran dan kekurangan pigmentasi, yang dapat mencakup mata biru cerah, atau satu mata biru dan satu mata hitam/coklat.

Hal ini disebabkan oleh mutasi pada salah satu dari beberapa gen yang mempengaruhi operasi sel-sel puncak saraf dalam perkembangan embrio. Efek visual Sindrom Waardenburg sangat mengesankan pada kelompok etnis di mana mata biru jarang ditemukan.

Mengenal sistem kasta

Suku Buton asli masih mengenal adanya sistem kasta pada pemerintahan serta ritual keagamaan. Sistem tersebut diatur sebagai berikut:

Kasta Kaomu atau Kaumu merupakan kasta ningrat yang beranggotakan keturunan dari raja. Biasanya sultan atau raja yang akan memimpin suatu kerajaan ini dipilih dari kasta ini.

Kasta Walaka yaitu para kaum elit penguasa. Kasta ini berisi keturunan garis bapak dari pendiri Kerajaan buton (mia patamiana). Kasta merupakan pemegang jabatan penting di Kerajaan seperti menteri serta dewan. Mereka juga yang menentukan siapa yang akan menjadi Raja berikutnya. [rsf/tur]


Apa Reaksi Anda?

Komentar