Iklan Banner Sukun
Ragam

Syafiy Wisudawan Termuda ITS, Lulus di Usia 19 Tahun dengan Predikat Cumlaude

Foto Naufal Syafiy Putra, Wisudawan termuda ITS yang lulus dengan predikat Cumlaude. (Sumber foto : instagram/its_campus)

Surabaya (beritajatim.com) – Pemilik nama lengkap Naufal Syafiy Putra genap berusia 19 tahun 10 bulan saat diwisuda sebagai sarjana di Wisudawan ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember) ke-126 yang diselenggarakan Sabtu (24/9).

Ia menjadi wisudawan termuda dan berhasil meraih gelar Sarjana Teknik di Departemen Teknik Perkapalan ITS.

Tidak hanya berhasil lulus di usia yang sangat muda, Syafiy juga mendapat predikat Cumlaude dalam kelulusannya ini. Tentu itu menjadi kabar gembira bagi Syafiy. Meski lulus dengan predikat yang sangat memuaskan, selama perkuliahan Syafiy tidak hanya fokus di bidang akademik. Ia juga aktif di Himpunan Mahasiswa Teknik Perkapalan (HIMATEKPAL) dan menjadi bagian dari staff divisi Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).

Pria yang akrab disapa Syafiy ini mengaku pilihan studi S1 di Teknik Perkapalan merupakan wujud kecintaannya dalam bidang konstruksi kapal.

Dia berhasil menamatkan studi S1 nya di usia yang terbilang sangat muda sehingga menjadi keistimewaan baginya. Selain ketertarikannya akan konstruksi kapal, Syafiy juga memiliki keinginan untuk bisa berkontribusi pada kemaritiman Indonesia yang dirasanya masih tertinggal dengan negara lain.

Menurut alumnus SMAN (Sekolah Menengah Atas Negeri) 2 Sidoarjo ini, laut Indonesia memiliki masalah yang cukup krusial, yakni pencemaran sampah plastik yang belum bisa dikelola. Hal itu membuat ekosistem laut Indonesia jadi terganggu, permasalahan itulah yang juga mendasari Syafiy dalam mengangkat tema berjudul ‘Analisis Teknis dan Ekonomis Metode Penyambungan Daur Ulang’ di tugas akhirnya.

Ia menggunakan sistem pengeleman dan plastic webbing dalam penelitiannya untuk kulit lambung kapal. Ketertarikannya pada konstruksi kapal juga membawanya untuk terlibat dalam proyek riset Baito Deling, proyek pembuatan kapal yang konstruksinya 100% berasal dari bambu laminasi, tanpa ada unsur kayu solid di dalamnya.

Tidak hanya belajar terkait rekonstruksi kapal, Syafiy juga belajar tentang dunia pemasaran dengan bergabung sebagai digital marketer Digital Marketer Baito Deling dan mempelajari proyek manajemen. (Jhn/nap)

Apa Reaksi Anda?

Komentar