Iklan Banner Sukun
Ragam

Stereotip HIV adalah Seks Bebas, Bagaimana Cara Mencegah Seks Bebas?

Ilustrasi seks bebas yang berakibat pada penyait HIV (pexels)

Surabaya (beritajatim.com) – Tidak henti-hentinya HIV-AIDS menjadi pembahasan yang hangat dibicarakan masyarakat Indonesia. Setiap tahun ada saja hal-hal yang membuat pembahasan mengenai hal ini naik kembali. Seperti tahun ini, isu seperti LGBT, konsensus jumlah penderita AIDS di beberapa daerah Indonesia, dan aktivis yang makin ramai tak luput dari sorotan.

HIV-AIDS identik dengan seks bebas, setidaknya itulah yang ada dipikiran sebagian besar masyarakat kita. Meskipun penularannya bisa melalui transfusi darah dan juga jarum suntik, namun seolah ‘seks adalah awal kehancuran’ sudah melekat di pikiran kita.

Meskipun menyedihkan, namun fakta itu juga ada benarnya. Data yang diambil dari beberapa sumber mengatakan bahwa banyak presentase ibu rumah tangga yang tertular dari suami yang jajan sembarangan (read: seks dengan wanita lain selain istri, read: menyewa pekerja seks) setelah berhubungan badan.


Agar tidak masuk dalam lingkaran setan HIV-AIDS, alangkah baiknya kita mencegah dan menjauhi sex bebas.

Cara mencegah seks bebas pada usia anak dan remaja

Jika seks bebas terjadi pada usia anak-anak dan remaja, maka faktor yang paling menjadi sorotan tentu peran keluarga, lingkungan, dan tontonan. Minimnya pemahaman remaja terhadap ‘safe sex’ berkaitan dengan perkembangan dan kematangan seksual yang tidak dibarengi dengan peningkatan edukasi dari orangtua dan orang dewasa di sekitarnya.

Terkadang peran orangtua sudah maksimal dalam memberikan edukasi kepada anak, namun tidak mendapatkan dukungan dari faktor yang lain. Anak masih tetap bisa bersinggungan dengan orang lain di luar anggota keluarga. Lalu apa yang harus dilakukan?

Meski terdengar klise, namun agama merupakan salah satu sumber nilai moral yang dapat menjadi pilihan edukasi oleh orangtua kepada anak. Bukan hanya soal keimanan perihal masuk neraka atau surga, lebih dari itu orangtua dapat menjadikan agama sebagai prinsip yang ditanamkan kepada anak. Selain agama, orangtua juga harus menanamkan apa saja yang boleh dan tidak dilakukan serta menuntut anak agar bisa bertanggungjawab terhadap apa yang menjadi keputusannya.

Cara mencegah seks bebas pada orang dewasa

Orang dewasa yang sehat baik fisik dan akalnya tentu sudah mengetahui apa saja yang baik dan tidak baik untuk dilakukan. Jika masih ada orang dewasa yang tidak setia dan melakukan seks selain dengan pasangan sahnya, maka bukan lagi perihal ketidaktahuan, melainkan itu sebuah pilihan.

Terkadang kita bahkan tidak bisa mencegah orang dewasa untuk berhenti melakukan seks bebas. Karena mereka berdalih apa yang dilakukan sudah melalui proses berpikir dan siap untuk bertanggung jawab. Bahkan beberapa teman dekat biasanya hanya mengingatkan untuk menggunakan kondom agar dapat meminimalisir resiko tertular penyakit.

Namun jangan putus asa. Tetap ingatkan bahayanya seks bebas serta kemungkinan menularkan kepada pasangan sah apabila terinfeksi penyakit menular seksual.

Itulah cara mencegah seks bebas yang dapat dicoba. Pencegahan ini bukan sertamerta untuk menghindari HIV-AIDS, tetapi juga upaya untuk mendapatkan kehidupan seksual yang sehat. (Kai/ian)


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Shin Tae Yong Puji Rumput Lapangan Thor Surabaya

Menjajal Mobil Listrik Wuling Air ev