Iklan Banner Sukun
Ragam

Sering Melewatkan Waktu Makan, Ini Yang Akan Terjadi Pada Tubuhmu

(Foto: Blue Bird, pexels)

Surabaya (beritajatim.com) – Jadwal harian yang padat kerap membuat banyak orang lupa makan. Padahal untuk dapat melakukan aktivitas rutin, Anda perlu mengisi ulang energi. Lalu apakah yang terjadi jika Anda sering melewatkan jam makan?

Secara umum melewatkan waktu makan memilki efek secara signifikan pada otak dan anggota tubuh yang lain. Para peneliti mengatakan, efek jangka panjang jika Anda sering meng-skip jam makan dapat memengaruhi berat badan dan kondisi kesehatan seperti penyakit jantung dan diabetes. Nah berikut ini keadaan yang akan menimpa tubuh jika Anda sering mengabaikan jam makan:

Gula darah dan energi menurun

Asupan makanan merupakan bahan bakar utama bagi tubuh. Jika Anda tidak makan kebutuhan akan sumber energi tidak dapat tercukupi. Melansir dari Self, Jumat (24/9/2021) Brigitte Zeitlin, M.P.H., R.D., C.D.N., pendiri BZ Nutrition di Kota New York, mengatakan, makan secara teratur sepanjang hari dapat mencegah penurunan energi, serta membuat Anda tetap waspada dan fokus. Ketika melewatkan waktu makan, tubuh Anda akan kehabisan pasokan glukosa secara langsung. Gula darah yang rendah juga akan cepat menguras energi, akibatnya Anda merasa lesu dan lemah, tambah Zeitlin.

Sulit berkonsentrasi

Glukosa yang Anda dapatkan dari makanan, terutama yang kaya akan karbohidrat merupakan bahan bakar utama untuk otak Anda kata Rachele Pojednic, Ph.D., asisten profesor departemen nutrisi di Simmons College dan profesor di Harvard Extension School.

Ketika Anda meng-skip waktu makan, tindakan tersebut akan membuat Anda kesulitan berkonsentrasi karena otak Anda tidak memiliki bahan bakar yang dibutuhkan untuk berpikir jernih. Ini juga akan menghambat produktivitas Anda di tempat kerja, bersosialisasi dengan teman, atau saat Anda menjalani aktivitas yang lain.

Meningkatkan rasa lapar

Ketika asupan makanan tidak tercukupi, perasaan lapar akan semakin meningkat kata Lauren Harris-Pincus, M.S., R.D.N., pemilik Nutrition Starring You. Gejala ini ditandai ketika tubuh Anda mulai mengirimkan sinyal yang memberi tahu bahwa perut Anda perlu diisi. “Hormon seperti ghrelin, yang merangsang nafsu makan, dan leptin, yang menekan nafsu makan, akan berubah untuk menunjukkan Anda lapar,” kata Pojednic. (rsf/tur)


Apa Reaksi Anda?

Komentar