Iklan Banner Sukun
Ragam

Sering Diabaikan, Ini Kegunaan Label Nutrisi pada Kemasan dan Cara Membacanya

Laura James, pexels

Surabaya (beritajatim.com) – Pernahkah Anda memperhatikan lebel nutrisi pada kemasan makanan? Kebanyakan orang sering mengabaikan bagian tersebut karena banyak istilah-istilah ilmiah yang jarang diketahui orang-orang awam. Berikut ini kegunaan serta cara membaca lebel nutrisi pada kemasan:

Jika Anda membaca dan memahami label nutrisi pada kemasan sebelum membeli, berarti Anda termasuk konsumen yang bijak. Melansir dari Live Strong, Selasa (21/9/2021) label nutrisi diperlukan pada semua barang yang dikemas dan mencantumkan semua bahan dalam makanan tersebut, bersama dengan informasi nutrisi secara terperinci. Namun terkadang, beberapa orang masih belum mengerti apa maksud dan tujuan dari penggunaan label nutrisi tersebut.

Kabar baiknya, pada awal tahun 2021, semua label nutrisi telah diperbarui ke format ramah konsumen yang lebih mudah diikuti dan diterjemahkan daripada label yang Anda lihat di kemasan dahulu. Tidak jauh berbeda dengan versi lama, label nutrisi baru tetap menunjukkan ukuran, serta jumlah kalori yang terkandung di dalamnya.

Untuk membaca label nutrisi periksalah bagian ukuran porsi terlebih dahulu. Penting untuk dicatat bahwa makanan dan minuman kemasan sering kali mengandung lebih dari satu porsi. Jika camilan berisi dua porsi dan Anda memakan seluruh paket, itu berarti ukuran porsi Anda terdiri dari dua porsi. Artinya, Anda mengonsumsi dua kali lipat kalori, makro, dan nutrisi mikro yang tercantum pada label.

Setelah itu perhatikan jumlah kalori yang tercantum per satu porsi. Kalori bukanlah faktor penentu dalam kesehatan makanan, tetapi dapat dipertimbangkan dalam konteks harian konsumsi makanan Anda secara keseluruhan. Kemudian periksa kolom lemak trans, natrium, dan gula tambahan. Efek lemak jenuh berbeda-beda pada setiap orang. Namun untuk sebagian orang lemak jenuh dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL yang berbahaya.

Menurut American Heart Association (AHA) lemak jenuh juga dapat menjadi faktor meningkatkan risiko penyakit jantung. Asupan natrium yang berlebihan dapat meningkatkan risiko terkena tekanan darah tinggi dan masalah jantung. Oleh karena itu, orang dengan hipertensi sebaiknya memeriksa label, sebagai cara penting untuk mengelola kondisi kesehatan mereka. Selain itu, gula tambahan juga dapat menyebabkan diabetes tipe 2, penyakit jantung hingga penambahan berat badan. [rsf/esd]


Apa Reaksi Anda?

Komentar