Iklan Banner Sukun
Ragam

Sering Buang Air Besar saat Menstruasi, Pertanda Apa? Ini Penyebabnya

(Foto: Polina Zimmerman, pexels)

Surabaya (beritajatim.com) – Pernahkah anda, para perempuan sering buang air besar saat sedang periode menstruasi? Ternyata kondisi ini merupakan pertanda Anda mengalami masalah kesehatan lho.

Sering buang air besar saat menstruasi menjadi ciri Anda terkena gejala poops. Melansir dari The Well Nest, Ashkan Farhadi, MD, MS, FACP, ahli gastroenterologi dari Fountain Valley, California, mengatakan, perubahan kebiasaan buang air besar cukup umum selama menstrasi. “Hal ini terjadi karena fluktuasi kadar hormon yang berubah selama menstruasi.”

Selain itu dalam sebuah penelitian tahun 2014, yang dilakukan bersama 156 orang wanita menyatakan 73 persen-nya mengalami pramenopause tanpa riwayat GI, ginekologi, atau gangguan kejiwaan) sebelum atau selama menstruasi. Berikut ini beberapa pertanda Anda mengalami masalah kesehatan, akibat sering buang air besar saat menstruasi:

Ketidakseimbangan hormon

Hormon saat menstruasi menjadi menyebab No. 1 rasa ingin buang air besar yang tidak nyaman. Dr. Ashkan mengatakan, fluktuasi hormon wanita estrogen dan progesteron mempengaruhi motilitas dan fungsi usus, sehingga menghasilkan fenomena tersebut.

Tingginya kadar satu atau hormon lainnya dapat menyebabkan sembelit, sementara penurunan progesteron dapat menyebabkan diare atau buang air besar yang lebih sering.

Masalah pencernaan

Dr. Ashkan menekankan bahwa sindrom iritasi usus (IBS) merupakan gejala yang umum. Setidaknya satu dari lima orang yang mengalami IBS, mengatakan bahwa menstruasi meningkatkan gejela kelainan tersebut.

“Gejala IBS tersebut dapat diperburuk atau ditekankan selama periode menstruasi.” Namun, ini juga berlaku bagi mereka yang mungkin tidak menderita IBS tetapi masih mengalami ketidaknyamanan GI sesekali. Gejalanya juga ditandai dengan kembung, sembelit, dan sejenisnya.

Stres

Gejala stres juga menjadi pemicu potensial lain di balik buang air besar yang tidak nyaman. Hormon yang berperan seperti kartisol, tidak hanya memengaruhi fungsi usus, tetapi juga kesehatan mental.

“Karena usus dan otak terhubung melalui sumbu antara usus dan otak, tidak mengherankan bahwa semua perubahan hormonal ini memengaruhi suasana hati dan stres,” kata Dr. Ashkan. Ia juga menambahkan, jika Anda kesulitan mengelola stres, itu dapat menyebabkan efek domino. Saat stres datang, kemudian dilanjut dengan rasa ketidanyamanan. (rsf/tur)


Apa Reaksi Anda?

Komentar