Iklan Banner Sukun
Ragam

Self Sabotage, Toxic yang DIlakukan Pada Diri Sendiri

(Foto: Nijwam Swargiary, unsplash)

Surabaya (beritajatim.com) – Selain toxic yang umumnya dilakukan oleh orang lain lalu dirasakan sebagai hal yang menyakitkan. Toxic juga bisa dilakukan oleh diri sendiri. Memang tidak banyak yang sadar akan perilaku ini, namun seringkali dilakukan.

Anda mungkin pernah menjadi people pleaser, atau tidak memvalidasi perasaan sendiri, mungkin juga terbiasa berperilaku prokrastinasi alias menunda-nunda pekerjaan. Beberapa hal itu bisa menyakiti dan meracuni diri sendiri tanpa perlu berinteraksi dengan orang toxic.

Jika Anda mengalami beberapa hal tersebut, maka kemungkinan sedang mengalami Self-sabotage. Perilaku self sabotage ini akan berakibat menghambat diri Anda untuk berkembang dan mencapai tujuan hidup.

Tidak memvalidasi perasaan

Anda selalu menghindar dari sesuatu yang sedang dirasakan, padahal itu penting untuk diakui. Seperti selalu merasa kuat saat mengalami masalah dengan mengatakan, “Saya tidak boleh menangis.” Padahal sebenarnya itu tidak perlu Anda lakukan, beri kesempatan diri sendiri untuk jujur.

Mengisolasi diri

Merasa tidak percaya diri karena pencapaian orang lain menyebabkan Anda mengisolasi diri. Anda selalu membebankan diri sendiri tidak sesuai dengan kemampuan, sehingga menjadi kurang percaya diri.

Karena perasaan itu Anda merasa ingin menjauh dari orang lain yang dianggap lebih berkualitas. Ini menjadi toxic bagi diri sendiri, karena sebenarnya manusia punya kekurangan dan kelebihan tersendiri.

Menunda-nunda pekerjaan

Menunda-nunda pekerjaan seringkali terjadi karena burnout, bisa juga ini menjadi kebiasaan yang tidak disadari. Padahal dengan menumpuk pekerjaan justru bisa membuat seseorang makin malas hingga akhirnya benar-benar tidak selesai sesuai tenggat waktu.

Sering negative self-talk

Ucapan mengucilkan diri sendiri dapat berdampak pada dunia nyata. Dengan mengatakan diri sendiri bodoh, maka bisa jadi akan sulit saat belajar. Negative self-talk ini merupakan ucapan buruk yang hanya diarahkan seolah diri sendiri sangat buruk.

People pleaser

People pleaser selalu ingin membahagiakan orang lain ketimbang dirinya sendiri. Ini juga dilakukan karena merasa tidak enak pada orang lain. Padahal sebenarnya, Anda harus jauh lebih peduli pada diri sendiri. Dengan menjadi people pleaser Anda justru kurang punya ruang bagi diri sendiri.

Sayangi diri sendiri sebelum menyayangi pasangan atau orang lain. Dengan itu, Anda pada akhirnya bisa menyayangi orang lain secara benar. [dan/tur]


Apa Reaksi Anda?

Komentar