Iklan Banner Sukun
Ragam

Sejarah Hari Kesaktian Pancasila dan Upacara Peringatan yang Dipimpin Jokowi di Lubang Buaya

Hari Kesaktian Pancasila. (Sumber foto: Instagram/@dpr_ri)

Surabaya (beritajatim.com) – Bulan Oktober menjadi salah satu bulan dengan hari nasional dan internasional yang begitu banyak. Seperti pada awal bulan ini 1 Oktober, Indonesia memperingati Hari Kesaktian Pancasila, yang mana menjadi salah satu momen penting yang bersejarah.

Riwayat yang tersimpan di baliknya membuat hari ini patut untuk diperingati sebagai bentuk mengenang jasa – jasa para pahlawan.

Sebagai warga Indonesia, ada baiknya kalian mengetahui bagaimana sejarah dari Hari Kesaktian Pancasila. Berikut penjelasannya.


Sejarah Hari Kesaktian Pancasila

Sebagai informasi, Hari Kesaktian Pancasila ini berbeda dengan Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap tanggal 1 Juni. Ini karena Hari Lahir Pancasila memang diperingati untuk lahirnya Pancasila yang merujuk pada waktu sidang Dokuritsu Junbi Cosakai (Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan/BPUPKI) dalam upaya merumuskan dasar negara Republik Indonesia.

Sementara itu, Hari Kesaktian Pancasila berhubungan dengan Gerakan 30 September atau G30S. Di mana terjadinya insiden penculikan dan pembunuhan perwira TNI AD oleh Partai Komunis Indonesia pada tahun 1965. Ini lah mengapa peristiwa tersebut dikenang sebagai G30S PKI.

Gerakan 30 September sendiri dilatar belakangi oleh tekad untuk menggulingkan pemerintahan Presiden Soekarno kala itu, dan mengganti negara Indonesia menjadi negara komunis.

Tidak hanya itu, gerakan ini juga lahir karena adanya ketidakharmonisan hubungan antara TNI dan PKI. Sehingga PKI membuat strategi dengan berdalih jika ada perwira TNI AD yang melakukan kudeta terhadap Presiden Soekarno melalui Dewan Jenderal.

Para perwira TNI yang menjadi korban adalah Letnan Jenderal Anumerta Ahmad Yani, Mayor Jenderal Raden Soeprapto, Mayor Jenderal Mas Tirtodarmo Haryono, dan Mayor Jenderal Siswondo Parman. Lalu Brigadir Jenderal Donald Isaac Panjaitan, Brigadir Jenderal Sutoyo Siswodiharjo dan Lettu Pierre Andreas Tendean.

Selain diculik, mereka yang dianggap bergabung dengan Dewan Jenderal tersebut dibunuh dengan cara yang kejam lalu dimasukkan ke sumur Lubang Buaya di Jakarta Timur.

Setelah kejadian yang memilukan dan menggemparkan tersebut, Soeharto sebagai Panglima Kostrad Mayor Jenderal melakukan tindakan pemulihan keadaan, yakni dengan pembasmian pemberontakan G30S/PKI pada 1 Oktober 1965. Hal ini pula yang menjadi latar belakang dari Hari Kesaktian Pancasila pada setiap 1 Oktober.

Mah, pada tanggal 1 Oktober 2022 ini, Hari Kesaktian Pancasila diperingati dengan upacara yang dilakukan di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur. Dipimpin oleh Presiden Joko Widodo, upacara diawali dengan laporan dari komandan upacara, Kolonel Infantri Fendri N Raminta.

Setelah itu dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan prosesi Mengheningkan Cipta untuk mengenang jasa para pejuang yang telah gugur. Kemudian, Ketua MPR Bambang Soesatyo membacakan teks Pancasila, sementara teks pembukaan UUD 1945 dibacakan oleh Ketua DPD La Nyalla Mattalitti. Setelahnya, Ketua DPR Puan Maharani membacakan dan menandatangani Ikrar.

Meskipun tidak mengikuti upacara perayaan, sangat amat disayangkan jika kalian melewatkan hari bersejarah ini, ditambah lagi jika kalian adalah para generasi muda yang seharusnya bisa meneruskan sejarah di Indonesia. Apalagi dengan hadirnya teknologi, sehingga tidak sulit untuk merayakan momen penting ini di media sosial.(mnd/nap)


Apa Reaksi Anda?

Komentar