Iklan Banner Sukun
Ragam

Sejarah Hari Kebangkitan Nasional, Mulai Berdirinya Budi Utomo Hingga Sumpah Pemuda

Berdirinya Budi Utomo diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional. (Tangkapan Layar Instagram @muskitnasofficial)

Surabaya (beritajatim.com) – Hari Kebangkitan Nasional telah diperingati semenjak tahun 1959. Berdasarkan pada Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959 tertanggal 16 Desember 1959, maka dinyatakan bahwa setiap tanggal 21 Mei diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional.

Tahun 2022 adalah peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-114. Berdasarkan Pedoman Penyelenggaraan Hari Kebangkitan Nasional 2022, tujuan peringatan ini guna memelihara, menumbuhkan, juga menguatkan semangat gotong royong untuk keluar dari pandemi Covid-19.

Tahun ini Hari Kebangkitan Nasional mengusung tema “Ayo Bangkit Bersama”. Tema ini mengajak masyarakat Indonesia agar bisa bangkit, baik itu bangkit dari kondisi pandemi Covid-19 ataupun bangkit guna membenahi negeri ini.

Sejarah Hari Kebangkitan Nasional tak bisa terlepas dari peristiwa penting pada masa penjajahan. Yaitu berdirinya Budi Utomo pada 20 Mei 1908, juga Ikrar Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928.

Momen itu adalah titik bangkitnya Indonesia untuk merdeka dan bebas dari belenggu penjajah. Meski tak mudah, namun kebangkitan nasional menjadi senjata besar mengalahkan kolonial. Sejatinya, ada dua faktor internal dan eksternal yang mendorong adanya kebangkitan nasional.

Pertama, faktor internal antara lain penderitaan sama dirasakan akibat penjajahan, kenangan kejayaan masa lalu, dan munculnya kaum intelektual yang memimpin gerakan.

Kedua, faktor eksternal yang mendorong kebangkitan nasional. Mulai dari kemunculan paham nasionalisme, liberalisme, serta sosialisme di Eropa dan Amerika.

Munculnya gerakan kebangkitan nasional di Asia, juga kemenangan Jepang atas Rusia sebagai dorongan bahwa negara-negara di Asia mampu melawan barat.

Tanggal 20 Mei sendiri juga dikenang sebagai berdirinya Budi Utomo. Budi Utomo merupakan organisasi pemuda yang didirikan oleh Soetomo bersama para mahasiswa School tot Opleiding van Inlandsche Artsen (STOVIA) pada 20 Mei 1908. Organisasi itu digagas oleh Wahidin Sudirohusodo, yang berfokus pada sosial, ekonomi, dan budaya.

Kehadiran organisasi Budi Utomo menjadi tonggak awal pergerakan-pergerakan di Indonesia. Tujuan berdirinya organisasi ini menjadi pelopor para pemuda untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia kala itu. Sehingga setiap momen kebangkitan nasional, diharapkan melanjutkan spirit dari Budi Utomo. (dan/ian)


Apa Reaksi Anda?

Komentar