Ragam

Sambut Imlek, Warga Tionghoa Kota Kediri Mandikan Patung Dewa

Kediri (beritajatim.com) – Warga Tionghoa Kota Kediri melakukan ritual membersihkan Patung Dewa Dewi.

Pembersihkan puluhan Kimsin atau Patung Dewa Dewi yang berlangsung di Klenteng Tjoe Hwie Kiong Kota Kediri ini dalam persiapan Hari Raya Imlek.

Ketua Yayasan Klenteng Tjoe Hwei Kiong, Prayetno Sutikno mengatakan, pembersihan Patung Dewa Dewi ini dilaksanakan setahun sekali.

“Kami melaksanakan pembersihan Patung Dewa dan Dewi secara bergotong royong,” kata Prayetno Sutikno.

Dalam membersihkan Patung Dewa, warga Tionghoa menggunakan sarana air, bunga dan lap. Mereka membasuh patung kemudian mengeringkan menggunakan handuk.

Selain patung, beberapa area di dalam Klenteng Tjoe Hwie Kiong Kediri, sekaligus altar juga turut dibersihkan.

Tercatat adalah 50 jenis patung dan 16 altar yang dibersihkan di Klenteng Tjoe Hwie Kiong Kota Kediri tersebut.

Agenda ini setelah mereka para umat Tri Darma melakukan sembahyang bersama.

Menurut Prayetno, sepekan menjelang perayaan Imlek, mereka meyakini para dewa dewi naik ke langit untuk melaporkan amal perbuatan manusia di bumi selama setahun.

Pembersihan atau penyucian ini bertujuan untuk memberikan tempat yang bersih, bagi para dewa dewi yang nantinya akan kembali turun ke bumi.

Masyarakat Tionghoa yakin, dengan pembersihan kembali terhadap patung-patung tersebut, sekaligus dapat membersihkan jiwa dan raga agar kembali bersih.

Pada tahun Kelinci Air ini, katanya, meski kelinci memiliki simbol keberuntungan dan kemakmuran, namun karena memiliki unsur air, ia mengingatkan kepada manusia agar senantiasa waspada, karena air menurutnya juga bersifat menghanyutkan.

Selain menggelar ibadah secara sederhana, Klenteng Tjo Hwie Kiong nantinya juga akan menggelar pertunjukan Barongsai. Perayaan imlek ditahun 2023 ini dapat dirasakan dengan khusyuk. [nm/beq]

Apa Reaksi Anda?

Komentar