Iklan Banner Sukun
Ragam

Rusak Dimakan Rayap! Begini Syarat dan Ketentuan Penukaran Uang Rusak di Bank

Ilustrasi uang rusak dimakan rayap. (Istimewa)

Surabaya (beritajatim.com) – Kembali terulang, kejadian uang tabungan yang disimpan di rumah rusak dimakan rayap. Beberapa waktu lalu, sempat viral seorang penjaga Sekolah Dasar Negeri (SDN), Lojiwetan, di Kota Solo mengalami peristiwa kurang enak. Tabungan miliknya senilai 50 juta yang disimpan dalam celengan plastik di rumahnya ludes dimakan rayap. Tabungan itu seharusnya akan ia gunakan bersama sang istri untuk berangkat haji.

Jika sudah begini, lalu apa yang harus kita perbuat? Tenang, anda tidak perlu panik, sebab uang yang rusak bisa ditukarkan di Bank dengan nilai yang sama, selama memenuhi persyaratan yang telah ditentukan.

Langsung saja, berikut syarat dan ketentuan penukaran uang rupiah rusak di Bank.


1. Yang dimaksud dengan uang rusak di sini ialah uang yang telah berubah dari bentuk fisik aslinya dikarenakan beberapa hal, seperti: terbakar, berlubang, hilang sebagian, robek atau mengerut.

2. Uang yang hendak ditukarkan masih dapat dikenali keasliannya.

3. Jika uang kertas yang mengalami kerusakan, maka ada beberapa ketentuan yang harus dipenuhi agar bisa ditukarkan ke Bank dengan nominal yang sama, yakni:

Uang Kertas

  • Fisik uang Rupiah kertas masih ⅔ dari ukuran asli

  • Ciri uang masih bisa dikenali

  • Uang rupiah kertas merupakan satu kesatuan dengan atau tanpa nomor seri yang lengkap

  • Uang rupiah yang rusak tidak merupakan satu kesatuan dan kedua nomor seri pada uang masih lengkap dan sama.

  • Jika ukuran fisik uang kurang dari ⅔, maka tidak diberi penggantian

Uang Logam

  • fisik uang harus lebih besar dari setengah ukuran asli.

  • Ciri uang bisa dikenali keasliannya

  • Jika ukuran fisik uang rupiah logam sama dengan setengah atau kurang dari itu, maka tidak diberi penggantian.

4. Bank Indonesia berhak untuk tidak memberikan penggantian uang rusak, jika terbukti kerusakan tersebut dilakukan dengan sengaja

5. Untuk uang yang hilang atau musnah, Bank Indonesia tidak memberikan penggantian

6. Uang rusak yang diberi penggantian dengan nilai yang sama adalah uang dengan ukuran fisik lebih dari ⅔ dari ukuran asli dengan ciri keaslian uang yang dapat dikenali.

7. Uang rusak yang tidak merupakan satu kesatuan, tetapi paling banyak terbagi jadi dua bagian dengan kedua nomor seri lengkap dan sama  serta memiliki ukuran lebih dari 2/3 dari aslinya juga bisa dilakukan penukaran sesuai dengan nominal uang yang rusak.

Itulah beberapa syarat dan ketentuan yang berlaku di Bank, jika anda ingin menukarkan uang rusak yang anda punya. (Jhn/ian)


Apa Reaksi Anda?

Komentar