Iklan Banner Sukun
Ragam

Ramai Lele Mengandung 3000 Sel Kanker, Ini Jawabannya

(Foto: Orsys_tography, pexels)

Surabaya (beritajatim.com) – Masyarakat Indonesia memang gemar mengkonsumsi ikan, salah satunya ialah lele. Ikan yang identik berwarna gelap dengan dua kumis panjang ini, kerap kali disajikan bersama makanan pendamping seperti sambal dan juga lalapan. Selain tekstur dagingnya yang lembut, rasanya yang nikmat membuat banyak orang yang menggemarinya, termasuk juga anak-anak kecil.

Lele juga memiliki banyak kandungan baik di dalamnya, salah satunya omega. Kandungan omega pada hewan berkumis ini bahkan tidak kalah dengan ikan salmon yang harganya cukup mahal. Selain itu, menurut penelitian lele merupakan sumber vitamin D terbaik yang tentu sangat bermanfaat untuk kesehatan tulang.

Meski kandungan baik di dalam tubuh lele sebenarnya tidak perlu diragukan lagi, namun tidak sedikit masyarakat yang beropini bahwa lele mengandung 3000 sel kanker, dengan kata lain mengkonsumsi lele sama halnya dengan mengundang berbagai jenis penyakit ke dalam tubuh. Meski begitu, sebagian orang lainnya masih mempertanyakan tentang kebenarannya.

Ikan lele bisa saja mengandung ribuan sel kanker jika memang proses budidayanya dilakukan pada tempat dan cara yang tidak layak untuk dikonsumsi. Seperti beberapa video yang memperlihatkan bahwa makanan untuk lele berasal dari kotoran manusia atau lainnya.

Lele sebagai salah satu spesies ikan yang tangguh tentu bisa bertahan hidup dalam kondisi air berlumpur bahkan tercemar oleh limbah. Hal inilah yang kemudian membuat lele kerap mengkonsumsi berbagai jenis limbah tersebut. Hal inilah yang membuat masyarakat berasumsi bahwa makan ikan lele adalah sumber penyakit bagi tubuh.

Padahal tidak semua lele dibudidayakan dengan proses seperti itu. Bahkan banyak sekali sekarang pembudidaya lele yang secara khusus memberikan pakan sehat untuk ternaknya. Selain itu, air yang digunakan juga dari air yang bersih dan kerap diperbarui. Jadi, memakan lele tidak semenakutkan itu. Jika masih ragu, cukup dengan memastikan kembali bahwa lele yang akan dikonsumsi memang berasal dari budidaya yang sehat.

Selain faktor budidaya lele, yang tidak kalah penting untuk diperhatikan ialah kualitas minyak goreng yang akan digunakan untuk memasak lele. Minyak goreng yang tidak layak hingga memiliki warna gelap dan pekat, bisa jadi hal tersebutlah yang membuat si lele justru menjadi sumber penyakit. Bahkan tidak hanya lele saja, semua makanan yang dimasak dengan minyak seperti itu, tentu dapat berakibat buruk bagi kesehatan tubuh. [fyi/tur]


Apa Reaksi Anda?

Komentar