Iklan Banner Sukun
Ragam

Punya Trauma di Masa Kecil? Lakukan Reparenting Inner Child, Berikut Caranya

Ilustrasi reparenting inner child dengan membiarkan diri mengekspresikan emosinya (Foto: Liza Summer, Pexels)

Surabaya (beritajatim.com) – Tak sedikit orang yang pernah mengalami trauma di masa lalu. Bahkan, di antaranya disebabkan oleh sikap dan tindakan yang dilakukan oleh orang tua mereka sendiri. Seperti meremehkan, meluapkan amarah berlebih, hingga mungkin sampai terjadi kekerasan fisik.

Trauma di masa kecil ini tak ayal harus segera diakhiri. Salah satu caranya yakni dengan menerapkan reparenting inner child atau menjadi orang tua untuk diri sendiri. Hal ini berguna untuk memutus rantai trauma yang mungkin bisa terjadi dan dialami oleh anak-anak mereka nantinya.

Adapun hal reparenting inner child yang bisa dilakukan seseorang dengan trauma di masa kecilnya, di antaranya;

Ucapkan kalimat sayang

Ucapan kata cinta dan sayang, merupakan kalimat yang paling diharapkan oleh seorang anak. Mereka tentu akan merasa lebih dihargai kehadirannya. Terlepas dengan sikapnya yang terkadang menyebalkan hingga membuat marah.

Mungkin banyak orang tua yang merasa terlalu canggung untuk mengatakannya. Maka kini ketika dewasa coba lebih sering mengucapkan kalimat sayang. Hal ini juga sekaligus agar lebih bisa menyayangi diri sendiri.

Biarkan mengekspresikan emosi

Emosi tidak melulu perihal marah dan kecewa, namun juga meliputi perasaan sedih dan bahagia. Jika emosi ini ditahan karena mungkin orang tua kerap melarangnya, tentu hal tersebut justru hanya akan membuat hati merasa tertekan.

Tak ayal jika kini ingin menangis, luapkan saja. Asal tidak berlebihan dan dapat mengendalikan tindakan yang mungkin bisa merugikan. Setidaknya dengan mengekspresikan emosi tersebut dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan mental maupun fisik.

Memaafkan

Tak jarang seseorang memiliki trauma karena kerap disalahkan dan tidak pernah ditoleransi oleh orang tuanya. Hal ini tak ayal membuat anak beranggapan bahwa tidak ada kata maaf bagi kesalahan tertentu. Padahal setiap orang tak akan luput dari sebuah kesalahan.

Maka kini setiap melakukan kesalahan, cobalah untuk memaafkan diri sendiri. Agar hidup bisa lebih damai. Namun meskipun begitu tentu harus belajar dari pengalaman. Agar tidak terulang kembali kesalahan yang sama.

Apresiasi dan ucapkan terima kasih

Menuntut anak untuk melakukan sesuatu sesuai harapan orang tua. Para orang tua ini beranggapan bahwa itu hal yang terbaik dan wajib dilakukan oleh anak-anak mereka.

Alih-alih orang tua mengapresiasi pencapaian anak-anaknya, berterima kasih atas usaha dan proses yang telah dilewatinya saja tidak. Maka, kini setelah dewasa mulailah untuk mengapresiasi dan setidaknya berterima kasih dengan diri sendiri. Terlebih telah melewati permasalahan hidup hingga sejauh ini. (fyi/ian)


Apa Reaksi Anda?

Komentar