Iklan Banner Sukun
Ragam

Profesi Kepakaran yang Tak Cukup Hanya dengan Gelar Sarjana

(Foto: Vladimir Fedotof, unsplash)

Surabaya (beritajatim.com) – Untuk mencari kerja, gelar sarjana memang penting. Meski juga banyak pekerjaan lain yang bisa didapatkan tanpa harus kuliah. Di sisi lain, ada juga beberapa lini pekerjaan yang memerlukan kepakaran.

Artinya, selain harus menempuh pendidika kesarjanaan, seseorang yang ingin masuk ke lini pekerjaan ini juga harus menempuh pendidikan kepakaran dan menjalani pengalaman profesi. Apa sajakah profesi tersebut, ini uraiannya.

Notaris

Menjadi seorang notaris tidaklah cukup hanya gelar strata 1 saja saja. Usai lulus S1 Hukum, lanjut S2 junan Kenotariatan. Bagi yang hendak menggeluti profesi ini juga diperlukan selama 12 bulan di kantor notaris. Ini harus atas rekomendasi keorganisasian usai lulus S2.

Di samping itu perlu juga ikut pendidikan spesial lulus ujian yang diselenggarakan notaris. Adapun beberapa surat seperti legalitas, pengakuan, surat lainnya juga dibutuhkan.

Perawat

Untuk menjadi perawat tidak selesai dengan jenjang perkuliahan saja. Perlu sertifikasi yang menunjang pekerjaan. Contoh, jika hendak kerja sebagai perawat di perusahaan penerbangan, kendaraan, maka wajib mengambil sertifikasi Hyperkes Keperawatan. Jadi ada pemfokusan sendiri jika hendak menjadi seorang perawat.

Guru

Banyak yang berpikir gelar sarjana pendidikan saja sudah cukup. Namun, menjadi guru dibutuhkan kompetensi lain selain gelar. Butuh sertifikasi guru sebagai bukti formal sudah memenuhi standar profesionalisme sebagai guru. Sebelum itu seorang yang hendak menjalani profesi sebagai guru juga perlu mengikuti Program Pelatihan Guru (PPG) selama kurun enam bulan.

Konsultan atau penasihat Keuangan

Sebagai konsultan dalam bidang keuangan butuh kompetensi dan keahlian. Tidak bisa hanya dengan gelar sarjana ekonomi, atau sarjana bisnis untuk mendapat profesi sebagai konsultan keuangan. Butuh sertifikasi CFA atau Chartered Financial Analyst. Sertifikat ini akan berguna untuk konsultan agar bisa melakukan servis keuangan secara internasional.

Apoteker

Profesi apoteker cukup penting dalam dunia kesehatan. Ini karena berhubungan dengan obat yang akan diberikan pada pasien. Bagi seseorang yang hendak berprofesi sebagai apoteker usai S1, harus melanjutkan pendidikan profesi apoteker selama setahun untuk kurang lebih belajar teori selama 6 bulan. Ada pula waktu selama 3 bulan kerja di lapangan untuk pembuatan laporan akhir, sebelum akhirnya menjadi seorang apoteker.

Beberapa profesi itu butuh kompetensi, pendidikan, dan pengakuan tambahan untuk mendapat pekerjaan tetap. [dan/tur]


Apa Reaksi Anda?

Komentar