Iklan Banner Sukun
Ragam

Pokemon Dan Kontroversi yang Mungkin Tidak Anda Ketahui

(Foto: Malvina Mak, unsplash)

Surabaya (beritajatim.com) – Sebagai generasi yang menjalani masa kecil di tahun 90-2000 an, kita pasti akrab dengan anime Pokemon. Bahkan ketika serial kartun ini mendapatkan adaptasi game, banyak penggemar lama mereka yang sangat tertarik dan menunggu kedatangannya.

Berkat semua popularitasnya itu, Franchise Pokemon diketahui telah memiliki pengaruh besar pada pop culture selama lebih dari 25 tahun. Selama itu pula, serial ini telah mengundang banyak kontroversi. Berikut ini adalah beberapa kontroversi terkenal Pokemon yang mungkin tidak anda ketahui:

Episode Terlarang

Beberapa episode Pokemon, kebanyakan berasal dari episode-episode awal dirilisnya serial ini, telah dilarang tayang di beberapa negara karena memiliki penggambaran senjata api, konten bernada seksual, dan permasalahan lainnya. Di antara beberapa episode yang dilarang tayang, yang paling terkenal adalah episode “Electric Soldier Porygon”.

Episode ini berasal dari season pertama di Bulan Desember tahun 1997 yang berisi sebuah adegan di mana Pikachu menembakkan serangan listrik yang meledakkan beberapa misil dan menyebabkan layar menampilkan flash berwarna merah dan biru secara berulang-ulang dengan cepat. Akibatnya, 700 anak di Jepang yang menonton episode tersebut harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami sakit kepala hingga kejang-kejang.

Serial tersebut kemudian harus berhenti tayang untuk sementara waktu dan baru bisa kembali ke layar kaca pada Bulan April 1998. Ketika Pokemon melakukan debutnya di Amerika Serikat, episode tersebut kemudian bukan lagi bagian dari penayangan.

Penampilan Rasis Jynx

Pada awal penayang serial Pokemon, penulis Carole B. Weatherford menerbitkan sebuah artikel untuk Black World Today yang membahas karakter Jynx. Fokus dari artikel tersebut adalah penampilan Jynx yang dianggap bergaya rasis terhadap orang-orang hitam.

“Karakter Jynx dalam Pokemon #124 dibuat dengan fitur rambut hitam lurus, bibir tebal berwarna merah muda, mata menganga, surai pirang, dan tubuh penuh dengan belahan dada dan pinggul yang besar.” Tulis Watherford. “Jika dilihat dari sudut pandang lain, Jynx mirip dengan reinkarnasi drag queen gemuk dari Little Black Sambo, sebuah stereotip rasis yang sudah ada di buku anak-anak sejak dulu.”

Untuk menangani kontroversi ini, karakter Jynx kemudian dirubah warnanya menjadi ungu dalam rilis kedua game, Pokemen Gold dan Pokemon Silver, perubahan tersebut tetap dipertahankan hingga sekarang.

Penggambaran Nazi dalam Kartu Pokemon Golbat

Terkadang, perbedaan budaya dapat menyebabkan sebuah kontroversi. Itulah hal terjadi ketika sebuah kartu Golbat Pokemon menampilkan sesuatu yang mirip lambang swastika dan membuat kontroversi di kalangan orang Yahudi.

Budaya Jepang tidak mengenali swastika sebagai simbol dari Nazi, melainkan sebagai simbol religius yang menggambarkan keberuntungan, proses editing pun akhirnya dilakukan untuk menghindari kontroversi lanjutan. [dwp/tur]


Apa Reaksi Anda?

Komentar