Ragam

Petirtaan Jolotundo, Air Zam-zamnya Jawa Timur Konon Bisa Bikin Awet Muda

Tangkapan layar kanal YouTube Utug-utug

Surabaya (beritajatim.com) – Petirtaan Jolotundo merupakan sumber mata air yang terletak di desa Seloliman, Trawas, Mojokerto. Jolotundo terdiri dari dua suku kata yang memiliki makna, Jolo berarti air dan Tundo yaitu bertingkat. Di mana air ini dialirkan melalui susunan batu yang dibentuk bertingkat.

Komplek candi yang dibangun pada tahun 997 Masehi ini dibangun oleh Raja Udhayana sebagai persembahan atas kelahiran putra mereka, pangeran Airlangga. Secara geografis, Petirtaan Jolotundo berada sekitar 800 Mdpl di Bukit Bekel, lereng barat Gunung Penanggungan.

Gunung Penanggungan yang dianggap sebagai salah satu gunung suci bagi umat Hindu aliran Shiwa, tak ayal jika petirtaan yang berasal dari gunung dan dialirkan ke candi Jolotundo ini dianggap sakral. Terlebih pada saat itu air sangat penting untuk ritual keagamaan.

Petirtaan Jolotundo merupakan warisan sejarah dan budaya yang dilindungi. Maka dari itu, tidak diperkenankan aktivitas industry dilakukan di sekitarnya. Petirtaan Jolotundo hanya boleh digunakan untuk memandikan benda-benda keramat dan pengairan pertanian yang dialirkan ke bawah tanah.

Jolotundo diyakini sebagai salah satu mata air terbaik di dunia, setelah air zam-zam. Selain jernih Petirtaan Jolotundo juga mengandung mineral yang sangat tinggi. Tak ayal jika banyak orang menyebutnya sebagai air zam-zamnya Jawa Timur. Bahkan kabar yang datang dari mulut ke mulut, air di Jolotunda tidak hanya segar untuk diminum namun juga memiliki bergam khasiat untuk kesehatan.

Tak sedikit juga yang mengatakan jika mandi di aliran air ini dapat membuat wajah jadi awet muda dan dapat menyembuhkan berbagai penyakit, khususnya penyakit kulit. Pengunjung yang datang pun tak melulu membawa tempat air, seperti botol atau jerigen. Namun juga membawa baju ganti untuk mandi di pancuran airnya.

Pihak pengelola Jolotundo memang memperbolehkan pengunjung untuk mandi di pancuran tersebut. Namun, tidak diperkenankan untuk membawa peralatan mandi, seperti pasta gigi, sabun, maupun sampo.

Pengunjung yang datang ke sini memiliki maksud dan tujuan beragam, selain merasakan kesegaran dan khasiat air, juga tak sedikit yang juga yang memang ingin berlibur untuk berwisata religi, budaya, sekaligus sejarah. Bahkan, biasanya pada malam Jum’at atau malam satu suro, Petirtaan Jolotundo lebih ramai kunjungi wisatawan. [fyi/esd]


Apa Reaksi Anda?

Komentar