Iklan Banner Sukun
Ragam

Peringati Hari Guru Nasional, Berikut Doa yang Bisa Diamalkan

Dua siswi baru di SDN Ngelang I saat mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah, Senin (18/7/2022)

Surabaya (beritajatim.com) – Hari Guru Nasional (HGN) diperingati pada tanggal 25 November. Penetapan tersebut tercantum dalam Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994.

Kebijakan tersebut merupakan hasil dari musyawarah Persatuan Guru Republik Indonesia, yang dahulu bernama Persatuan Guru Hindia Belanda.

Berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994, guru memiliki peran yang sangat penting dalam pelaksanaan pembangunan nasional. Selain itu, guru juga berperan dalam pengembangan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.


Jasa guru dalam kehidupan sangat berdampak pada dunia pendidikan. Pasalnya, guru senantiasa mengajarkan berbagai ilmu untuk anak didiknya.

Selain itu, para guru juga mendedikasikan hidupnya untuk memberantas kebodohan generasi penerus bangsa dengan kesabaran dan tanpa pamrih.

Untuk membalas jasa para guru, ada berbagai hal yang bisa dilakukan. Salah satu yang bisa dilakukan umat Muslim yaitu dengan mengirimkan doa, baik yang masih hidup maupun sudah meninggal.

Dikutip dari laman NU Online, Syekh Abdul Fattah Abu Guddah menuliskan doa ampunan bagi para guru dalam catatan kaki kitab Risâlah al-Mustarsyidin, berikut bacaannya:

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِمَشَايِخِنَا وَلِمَنْ عَلَّمَنَا وَارْحَمْهُمْ، وَأَكْرِمْهُمْ بِرِضْوَانِكَ الْعَظِيْمِ، فِي مَقْعَد الصِّدْقِ عِنْدَكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Allâhumma-ghfir li masyâyikhinâ wa liman ‘allamanâ wa-rhamhum wa akrimhum biridlwânikal ‘adhîm fî maq’adish shidqi ‘indaka yâ arhamar râhimîn

Artinya: Wahai Allah ampunilah guru-guru kami dan orang yang telah mengajar kami. Sayangilah mereka, muliakanlah mereka dengan keridhaan-Mu yang agung, di tempat yang disenangi di sisi-Mu, wahai Yang Maha Penyayang di antara penyayang. (Imam al-Haris al-Muhasibi, Risâlah al-Mustarsyidin, Dar el-Salam, halaman 141)

Itulah doa ampunan untuk guru yang bisa dibaca. Doa tersebut dapat diamalkan pada hari biasa meskipun bukan Hari Guru Nasional. (nap)


Apa Reaksi Anda?

Komentar